0
Pink,
Aku lelah,
Kita sudahi saja ya permainan kita.
Aku harus kembali pada kekasihku,
Ada masa depan yang ingin kubangun bersamanya,
Kamu bagaimana?
Sudah tahu harus berlabuh ke mana?
Atau memang selamanya ingin terapung-apung di lautan bebas?
Bersamamu itu bagaikan naik roller coaster
Senang iya, Takut iya, Tegang iya, Ketagihan iya..
Kamu adalah akumulasi ekstasi yang berwujud emosi
Kenikmatan sesaat yang dicari setiap manusia,
Tapi bukan untuk dirasakan selamanya.
Siren
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 25-01-2012
Tags: nyanyian, surat
0
Hanya lewat tujuh nada sederhana,
Mampu kau olah menjadi irama yang indah
Ternyata seperti inilah rasanya,
Ketika hati disentuh melalui telinga
Saat suaramu sudah mengeluarkan pesonanya
Tangisan dapat berubah menjadi derai tawa
Dan hening akan berganti menjadi sukacita.
Tambahkan alunan musik untuk menghangatkan suasana,
Lengkaplah sudah sihir merdu yang kau cipta.
Cukup.
Melukis lewat kata-katanya harus berhenti sampai di sini
Karena keindahan suaramu memang hanya bisa dinikmati secara pribadi
Sambil memejamkan mata dan menajamkan hati
Itulah yang akan kulakukan sebentar lagi
Beristirahat.
dan membiarkan suaramu menguasaiku dalam mimpi.
The Capital
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 24-01-2012
Tags: Jakarta, love
0
If you ever wonder how I manage to love you and hate you at the same time, these are the reasons..
We’re actually pretty much the same.
Crowded with ideas, works, and secrets..
Sometimes we’re stuck, Sometimes we’re empty.
People care to make us better. But most of them just talk,
.. and letting us grow on our own.
Many people come to us for different reasons,
Yet they blame us when their dreams gotten away.
I know how it feels to be left out,
When we need them the most.
I know how it breaks your heart, when the person living inside you..
.. are busy talking about the better others.
0
Istriku,
Surat ini kutulis untukmu di masa lalu.
Sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ke-50.
Terima kasih, untuk semua yang telah kita lewati bersama.
Untuk semua derai tawa,
Saat akhirnya kita mampu memiliki sebuah rumah.
Saat anak-anak kita lulus kuliah.
Dan saat si bungsu akhirnya berumah tangga.
Untuk semua penghiburanmu,
Ketika kita berkabung atas kehilangan orang-orang terdekatku.
Ketika aku jatuh sakit, diobati, hingga kembali sembuh,
Dan untuk tetap berada di sisiku, sekalipun masa jayaku telah berlalu.
Aku sungguh bersyukur, Yang Mahakuasa mempertemukan kita berdua,
Untuk menjalin kisah, dalam bahagia maupun derita.
Kini lima puluh tahun sudah,
Dirimu yang pertama setiap aku membuka mata.


