Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

In case you didn’t know

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 27-01-2012

Tags:

0

I  become the happiest person when I’m being myself..

.. And I’m being myself when I’m with you.

Thank you,

for being with me.

:)

 

Pink

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 26-01-2012

0

Pink,

Aku lelah,

Kita sudahi saja ya permainan kita.

Aku harus kembali pada kekasihku,

Ada masa depan yang ingin kubangun bersamanya,

Kamu bagaimana?

Sudah tahu harus berlabuh ke mana?

Atau memang selamanya ingin terapung-apung di lautan bebas?

Bersamamu itu bagaikan naik roller coaster

Senang iya, Takut iya, Tegang iya, Ketagihan iya..

Kamu adalah akumulasi ekstasi yang berwujud emosi

Kenikmatan sesaat yang dicari setiap manusia,

Tapi bukan untuk dirasakan selamanya.

Siren

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 25-01-2012

Tags: ,

0

Hanya lewat tujuh nada sederhana,

Mampu kau olah menjadi irama yang indah

Ternyata seperti inilah rasanya,

Ketika hati disentuh melalui telinga

Saat suaramu sudah mengeluarkan pesonanya

Tangisan dapat berubah menjadi derai tawa

Dan hening akan berganti menjadi sukacita.

Tambahkan alunan musik untuk menghangatkan suasana,

Lengkaplah sudah sihir merdu yang kau cipta.

Cukup.

Melukis lewat kata-katanya harus berhenti sampai di sini

Karena keindahan suaramu memang hanya bisa dinikmati secara pribadi

Sambil memejamkan mata dan menajamkan hati

Itulah yang akan kulakukan sebentar lagi

Beristirahat.

dan membiarkan suaramu menguasaiku dalam mimpi.

The Capital

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 24-01-2012

Tags: ,

0

If you ever wonder how I manage to love you and hate you at the same time, these are the reasons..

We’re actually pretty much the same.

Crowded with ideas, works, and secrets..

Sometimes we’re stuck, Sometimes we’re empty.

People care to make us better. But most of them just talk,

.. and letting us grow on our own.

Many people come to us for different reasons,

Yet they blame us when their dreams gotten away.

I know how it feels to be left out,

When we need them the most.

I know how it breaks your heart, when the person living inside you..

.. are busy talking about the better others.

Terakhir

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 23-01-2012

Tags:

0

Istriku,

Surat ini kutulis untukmu di masa lalu.

Sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ke-50.

Terima kasih, untuk semua yang telah kita lewati bersama.

Untuk semua derai tawa,

Saat akhirnya kita mampu memiliki sebuah rumah.

Saat anak-anak kita lulus kuliah.

Dan saat si bungsu akhirnya berumah tangga.

Untuk semua penghiburanmu,

Ketika kita berkabung atas kehilangan orang-orang terdekatku.

Ketika aku jatuh sakit, diobati, hingga kembali sembuh,

Dan untuk tetap berada di sisiku, sekalipun masa jayaku telah berlalu.

Aku sungguh bersyukur, Yang Mahakuasa mempertemukan kita berdua,

Untuk menjalin kisah, dalam bahagia maupun derita.

Kini lima puluh tahun sudah,

Dirimu yang pertama setiap aku membuka mata.