Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

Pempek Stroberi

Posted by Nico | Posted in Area Makan | Posted on 18-09-2009

Tags: , , ,

6

Sudah pernah ke Palembang?

Kampung halamanku yang tercinta ini memang sudah berubah dengan pesat sejak ditinggalkan pada tahun 2000. Kalo dulu hiburan buat para ABG bersifat door to door(alias maen dan berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya) sekarang, telah tersedia 3 mall besar berisi produk-produk lokal dan mancanegara.

Berhubung ini adalah post untuk bagian kuliner, dan sebentar lagi Masa Puasa akan berakhir, maka tentu saja yang ingin saya bicarakan adalah seputar makanan khas Palembang.

My favorite section.

Omong2 jika LBers belum tau, susunan makanan nusantara favorit buat saya, berurutan sebagai berikut :

1. Makanan Palembang

2. Makanan Sunda.

3. Makanan Makassar.

Kita simpan makanan Sunda dan Makassar untuk lain kali dari mari kita membahas mengenai :

Pempek dan teman-temannya.

Untuk sekadar nambahin pengetahuan yang ga penting, berikut ini adalah jenis-jenis pempek yang saya ketahui..

- Pempek Keriting

- Pempek Bulat

- Pempek Lenjer

- Pempek Telor / Kapal Selam (siapa sih orang konyol yang menemukan istilah itu?)

- Pempek Pastel

- Pempek Panggang

- Pempek Lenggang

- Pempek Kulit

Hampir semua jenis pempek dapat dinikmati di ibukota. Jenis pempek yang mungkin agak jarang terdengar di Jakarta mungkin hanya Pempek Panggang dan Pempek Lenggang. Kalau pun ada… taste nya pasti beda (ya iyalah!)

Kebetulan waktu mampir ke Palembang kemarin saya sempat menyantap keduanya. Let me introduce to u..

Yang ini namanya pempek panggang.

Ini Pempek Panggang

Ini Pempek Panggang

Pempek ini dibuat dengan cara dipanggang di atas tungku seperti babeque, sebagian tubuhnya diliputi tepung. Pempek panggang yang enak, mengandung tepung yang tidak terlalu banyak, namun ikannya banyak.

Biasanya Pempek panggang dibelah tengahnya, diisi ebi dan kecap manis. Untuk yang suka pedas, biasanya bisa memasukkan cabe juga di sana. Kemudian baru disantap bersama teman setia setiap pempek… Cuko (kuah berwarna hitam pekat yang pedas)

Yang ini namanya Pempek Lenggang

Yang ini Namanya Pempek Lenggang

Yang ini Namanya Pempek Lenggang

Pempek Lenggang juga mirip pembuatannya dengan pempek panggang, bedanya, yang ini dipanggang pakai daun pisang di atas tungku barbeque. Ada unsur telur pada pempek tipe ini. Rasanya uenak pol. Favorite saya adalah pempek lenggang buatan nyokap. Mak nyus!

Nah sebagaimana pun orang meyakinkan Anda, sampai saat ini belum pernah ada yang namanya pempek stroberi. Jadi judul di atas emang beneran HOAX.

Selain pempek2 di atas, sebenarnya masih banyak makanan2 Palembang lain yang patut dicoba. Cuontohnyaaa : Mie Celor, Celimpungan (temennya Celabakan.. Ga ada dink), Tekwan, Burgo, Lakso, Laksan, Pindang Patin, dan beragam jenis kue-kuean. Ada satu lagi makanan yang khas palembang, namanya ..

MODEL

Ya, jadi wajar jika orang palembang putih-putih, cantik dan ganteng2. Model aja dimakan! Ini ada fotonya..

Yang ini foto model... bukan 'photomodel' yak.

Yang ini foto model... bukan 'photomodel' yak.

Model sebenarnya hanya pempek biasa, cuma isinya tahu dan dimakan pakai kuah. Hampir di setiap acara lokal, yang namanya model / tekwan selalu ada. dulu sih katanya model itu makanan kebesaran (gimana ngga kebesaran, namanya aja model)

Jika bicara soal minuman, yang saya tahu sayangnya hingga saat ini hanya Es Kacang Merah Mamat yang memang legendaris kelezatannya.

Jadi, bagi yang berminat ke Palembang untuk wisata kuliner, jangan khawatir.. Ada buanyak jenis makanan selain pempek yang dapat dicoba. Meskipun obyek wisata di Palembang memang belum terlalu banyak, tapi at least ada banyak oleh2 yang bisa dibawa dari sono.

Selamat makan!

Momok…~

Posted by The Observer | Posted in Rada Penting | Posted on 14-09-2009

6

Hari Minggu di minggu yang lalu, instead of ke gereja, saya melayat ke pemakaman dari ibu kolega mama saya. Ga ada yang bener-bener spesial di pemakaman itu sampe di tengah-tengah misa requiem, si pastor berhomili tentang kematian. Ada hal yang bikin saya tergugah untuk bikin catatan ini…

Samar-samar saya dengar si pastor bilang sesuatu tentang

“Jangan khawatir dan takut dengan kematian, toh kematian itu sesuatu hal yang pasti terjadi bagi setiap makhluk. Sekarang, coba angkat tangan bagi Saudara sekalian yang hadir disini yang merasa tidak akan mati.”

~Syalalalala…..
Kenyataan sederhana yang ga mungkin kita hindari – kayak kata pepatah kan,sepintar-pintar sopir bajaj ngeles, akhirnya nabrak juga -

Terus?
Kenapa kita sering ngerasa takut tentang kematian? Bukan berarti saya ga takut ya, saya juga serem kalo ada orang ngomongin soal kematian. Tapi justru itu yang pengen saya teliti (mentang-mentang uda mule skripsi..hahaha…), Kenapa oh kenapa kita masi takut sama hal yang udah jelas-jelas pasti terjadi?

Apa karena kita tau bahwa kita akan mati, tapi kita ga tau gimana proses itu terjadi? Tapi kalopun saat kita lahir ada catatan khusus dari Tuhan tentang gimana caranya kita mati nanti, apa itu bener-bener ngebantu kita ga mikrin hal itu dan jadi siap dengan kematian?

Ga juga…. bayangin kalo kita lahir sambil bawa catetan dari Tuhan bahwa kita tar mati kejepit lift, bukannya itu bikin kita makin khawatir? Berarti faktor “ketidaktahuan akan proses kematian” ini bisa dieliminasi (mulai freak gara-gara keseringan kepikiran skripsi -.-”)

Ato mungkin karna kita ga tau abis mati kita dibawa kemana. Ke surga? Ke neraka? Ato cuman berhenti sampe disini aja? *yang terakir saya sebutin itu hal yang saya pribadi ga percaya, tapi bukan berarti ga ada pembaca yang percaya kan?

Ngik..Ngik…

Bisa jadi si… Kalo kita emang percaya ama kehidupan setelah kematian, kita mungkin khawatir ama siksa dapur neraka (ceilah). Ato kalo kita penganut kepercayaan bahwa kematian itu akhir segalanya, kita khawatir dengan KEMATIAN itu sendiri. Khawatir kalo kita belum cukup waktu menkmati nikmatnya kehidupan.

Wow…tiba-tiba saya dapet pencerahan. Kalo gitu, beruntunglah mereka yang percaya adanya kehidupan setelah kematian. Kenapa? Karna kita jadi bebas dari obsesi kayak Lord Voldemort yang pengen hidup selama-lamanya. Atau kita ga usa jadi kayak Gollum yang terobsesi ama umur panjangnya. Mungkin pikiran macem gitu ngebebasin kita dari obsesi punya umur panjang, tapi tetep itu belum ngebebasin kita dari rasa takut akan kematian.

Kenapa yah kematian selalu jadi momok? Selalu jadi topik bahasan yang ga ada habisnya. Selalu dicegah sebisa mungkin. Padahal kalo dipikir-pikir, kita itu ibarat nempel ama kematian. Kita mungkin aja ga nemuin cinta atau belahan jiwa kita ampe akhir hayat, tapi kita ga mungkin ga ketemu ama kematian. Yang saya omongin disini kematian secara fisik yah Saudara-Saudara.

… sigh …
Wondering why, but still couldn’t figure out the answer….
-.-”

TryToSurvive

Posted by HeronArt | Posted in Area Kartun | Posted on 08-09-2009

Tags: ,

2

TryToSurvive

Setan Jempol Asal Surabaya~

Posted by The Observer | Posted in Rada Penting | Posted on 04-09-2009

Tags: , ,

9

Herm…. Demi memenuhi janji saya pada seseorang untuk menjaga LB tetep eksis selama kepergiannya, jadi saya dedikasikan sebagian waktu yang sebagian besar tersita oleh kegiatan sebagai berikut:

~Nyapu, ngepel, nyuci baju, mindahin barang-barang ke tempat yang seharusnya.

NOPE, saya bukan cleaning service, saya ga punya keahlian di bidang kerapian. Samasekali ga punya. Ini saya lakuin semata-mata karma saya PINDAHAN RUMAH. Yak… sambil megang kemucing di tangan kiri, mari kita bereskan postingan hari ini.

*semangat membara, efek samping obat kuat yg saya minum sore tadi demi memulihkan stamina

Ga tau kenapa, suatu hari di depan studio musik kampus, sambil nunggu latian choir, saya cerita tentang kisah “setan jempol” ke temen-temen senasib sepenangggungan waktu itu (dan dengan suksesnya, bikin salah satu korban ketawa ampe bercucur air mata..haha…)

Jadi kisah ini sebenernya kisah ulangan yang ane dapetin waktu zaman SMA di Surabaya dulu. Dari kecil, saya punya kebiasaan yang luar biasa hebat, membaca. Dari umur 7 taon, kalo pergi ke mall, saya lebi suka ditinggal di toko buku daripada dititipin ke tempat mandi bola. Kebiasaan ini terus kebawa ampe SMA, tapi karena perpustakaan SMA saya kagak selengkap perpustakaan SMP, minat baca saya mulai melenceng. Dari bacaan sastra lama macem “Salah Asuhan”, “Upacara”, dan favorit saya – buku-buku karya NH Dini -, saya mulai menjajal buku-buku aneh dan acak.

Salah satu pilihan aneh nan acak-adut saya waktu itu adalah buku dokumentasi kota tempat saya lahir, kota Surabaya. Kalo ga salah, judulnya “Surabaya Tempoe Doeloe Vol 2”. Nah, di dalem buku ajaib ini, ga cuma foto-foto jadul aja yang dipampang. Kita bisa mantengin cerita-cerita aneh yang sempet terkenal di Surabaya, dan menurut buku ini, kisah setan jempol bener-bener pernah kejadian, bahkan sempet masuk TOP 10 Tangga Setan Indonesia selama 2 minggu berturut-turut.

Alkisah, tempat Delta Plaza sekarang berdiri dulunya tempat mayat-mayat perang bergelimpangan. Bekas Rumah Sakit Umum Belanda. Jadi segala macem setan ada disitu. Bisa dibayangin dong, mayat korban perang bentuknya kek gimana ga beraturannya.

Nah, kisah si setan jempol ini baru muncul waktu Delta Plaza dibangun dan diresmikan. Sempet ada gosip heboh gara-gara muncul beberapa “penampakan” jempol yang melayang-layang di udara. Yang paling sering jadi korban ya pengunjung mall itu. makin mereka takut trus lari, makinlah si setan ini heboh ngejar mereka. Serem kan tu? Maunya heppy-heppy malah lari-lari.

Layaknya cerita yang layak dibaca anak-anak, ada pahlawan yang bisa menumpas kehebohan macem gini. Ada seorang pengunjung mall yang mungkin urat takutnya uda disunat habis. Dapet penampakan setan ini, bukannya kabur malah senyam-senyum, cengengas-cengenges, nyengir-nyengir dan dengan santainya ngeluarin senjata pamungkasnya:

Jari kelingking.

Mungkin bisa kita ulangin bareng bareng nama senjata pamungkasnya biar lebih kedengeran sakti gitu… 1..2…3….

JARI KELINGKING…!

Hahahhaa…. Pengunjung yang pintar… Sesuai ama kaidah dan teori tentang per“SUIT”an, jempol alias si gajah itu kalah sama kelingking alias si semut. Then suddenly, WHUSSSS…si setan menghilang, lenyap.

Jadi…siapin jari kelingking anda…

*perasaan gw jadi ga enak..gw nulis ini di jam 2 pagi, sendirian pula di ruang tamu tanpa lampu…Wrrrrr….agak merinding yah…

Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrr……~
::Cerita di atas tolong di cek kebenarannya di perpustakaan SMAN 6 Surabaya.. Karna jujur gw punya penyakit yang diderita nenek2 umur 70an…PIKUN…::