Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

being great is not a sin

Posted by Si Jam Emas | Posted in Penting aja | Posted on 29-11-2009

2

saya punya cerita seru dari temen saya:)

walaupun agak basi,,tapi lebih baik diceritakan daripada tidak sama sekali..

tgl 7-14 kemarin teman saya ada yang ke BELANDA!!!:)

biasa aja sih emank bagi sebagian orang..tapi yang membuat beda dari kepergian teman saya kali ini adalah..dia pergi nya GRATIS!!!ngik..*iri!!!!!*

kenapa bisa gratis??jadi ceritanya doi terpilih dari satu dari 26 mahasiswa Indonesia untuk studi banding ke belanda:)

yup..teman saya itu pintar :) dan saya sangat bangga padanya..ahaha*agak nge fans malah,,pret!*

doi adalah seseorang yang hidupnya banyak saya pelajari:) dan tidak terkecuali pengalaman doi membuat saya belajar sesuatu..

mari kita simak apa yang dapat kita pelajari:)

dia pintar*saya ga tau dia sepintar apa tapi kalo dia bisa ke belanda dengan karya tulis yang dia kirimkan berarti dia SANGAT pintar*

dia sangat suka menulis dan karena dia sangat suka menulis dia HARUS suka membaca:) saya pun ga tau tentang apakah dia merasa HARUS suka membaca..*ihihi*

 dari SD saya selalu dibilang,,

“kamu harus jadi orang pintar ya de” atau “kamu harus belajar ini-itu ya de”

dan banyak lagi kalimat yang mengindikasikan kalo saya HARUS belajar semua hal.

beranjak SMP,,saya mulai mikir,,

“aku ga suka ini”,, “aku males belajar itu”

dan akhirnya saya pun bertanya:

buat apa sih belajar itu,,itu kan ga dipake kalo kita kerja nanti

lalu menginjak masa SMA, akhirnya saya skip belajar hal-hal yang saya tidak suka dan hanya belajar hal-hal yang saya suka..

dan sekarang saya merasa sangat menyesal sal sal sal..:)

dulu saya ngeluh,,

“kenapa sih musti belajar fisika,,susah..ga ngerti..bodo ah,,beso ujian ga usa belajar..orang ga kepake juga pas kerja,,emank kalo kerja disuru ngitungin jarak, disuru itung berapa jarak kita sama bayangan dan berapa kira2 tinggi bayangan kita kalo kita ngaca di cermin cembung atau cermin cekung atau cermin pecah”

 kalo dipikir-pikir secara garis  lurus..memang apa yang kita pelajari di jenjang SD-SMP-SMA emang jarang banget yang aplikatif di dunia kita sehari-hari..

inget ga dulu jaman SD kita disuru ngafalin nama mentri dan jabatannya..

ga mungkin kan kita disuru ngafal karena mungkin aja kita papasan sama doi di jalan dan karena dia mentri kita harus nyapa dia,,dan dengan begitu kita harus hafal muka dan nama dan jabatan..*zzzz*

atau dulu kita harus dengan fasih menjawab pertanyaan seperti:

mencuri adalah perbuatan yang …

 

tapi kalo kita pikir-pikir lagi,,

hidup kita kan ga lurus yagh..jadi ga bisa lah kita ambil garis lurus dikehidupan kita..

apa yang kita mau ga selalu kita dapet..

dan kalo begitu kita harus punya plan b,c,d dan seterus nya dengan amunisi yang lengkap..

seperti teman saya,,dia pemain keyboard,,selain jadi keyboardist di acara gereja,dia bisa sambil memberikan les anak-anak tetangga,temen mamanya dan lain-lain dan alhasil jadi sumber penghasilan dia sebelum dia jadi apa yang dia mau.

atau kalo lo pinter MAFIA (mat,fisika, kimia) bisa aja lo buka bimbel buat adiknya temen-temen lo seperti yang dilakukan banyak temen gue juga..:)

atau kalo lo ga bisa ngajarin anak orang atau emoh ngajarin orang..lo bisa kaya temen gue,,bisa pergi ke belanda gratis..

belajar pun bukan sesuatu yang bikin lo pendek umur,,atau sesuatu yang haram pula..jadi kenapa kita musti emoh belajar ya kan?

intinya adalah,

belajar dan menjadi pintar bukan sesuatu yang merugikan buat kita pribadi yang menjalankan,jadi emank ga ada salahnya toh terus belajar..

setidak nya pasti itu berguna buat kita dimasa mendatang..atau paling tidak bisa buat pamer ke orang-orang kalo kita memang pintar*ngik ngik ngik,kalo ada yang belajar untuk alasan pamer sih..uda masuk kategori pathetic phanget!!hahaa*

well,,akhir kata saya ingin memberi tahu..tadi saya nonton TV terus di TV tersebut diwawancarailah seorang penjual tikus putih bernama alex,:p

The WHO Generation

Posted by Nico | Posted in PALING PENTING! | Posted on 25-11-2009

Tags: , , ,

5

gambar

Saya pertama kali mengenal istilah “Konektor”, lewat buku Tipping Point karya Malcolm Gladwell. Di sana disebutkan bahwa pada prinsipnya, ‘Connector’merupakan salah satu dari 3 komponen utama untuk mencapai Tipping Point, bersama dengan Maven, dan The Salesperson.

Kembali ke masa kini, dimana semua orang sebenarnya telah menjadi konektor bagi orang lainnya. Sebuah contoh kecil adalah ketika seseorang meng-add saya untuk menjadi teman di Facebook, yang pertama saya lihat, apabila orang tersebut tidak saya kenal, adalah mutual friends yang kami miliki bersama.

Dari sana biasanya saya dapat mendefinisikan dari kelompok pertemanan yang mana orang ini berasal. Jika saya tidak mengenalnya sama sekali, dan kami tidak memiliki mutual friends, biasanya saya akan ignore orang itu. Hal serupa juga terjadi di bisnis, bukan? Kita cenderung untuk, katakanlah, lebih cuek terhadap orang-orang yang tidak kita kenal sama sekali. Hingga mereka menyebutkan darimana mereka mengenal kita.

Saat ini, personifikasi suatu brand sudah mengalami evolusi yang luar biasa. Personal branding bukan lagi sesuatu yang eksklusif dan sulit dilakukan. Bahkan dapat dikatakan, everyone already has become a brand.

Di satu sisi, ya benar, pakar marketing dan brand pastinya mampu membaca trend ini dan mengolahnya sedemikian rupa bagi keuntungan perusahaan klien mereka. Namun yang sebenarnya menjadi fokus pertanyaan saya adalah.. Apa untungnya bagi para konektor? Apa yang membuat mereka (dan kita) ingin menjadi suatu entitas ‘promotional kit’ bagi korporasi yang besar.

Kita mengetahui bahwa saat ini ada lebih dari 12 juta user facebook yang berasal dari Indonesia. Pengguna Twitter juga tidak kalah banyak, terlihat dari cukup seringnya trending topik yang dihasilkan oleh orang Indonesia. Beberapa aplikasi web 2.0 untuk social networking lainnya pun memiliki jumlah pengguna dari Indonesia yang cukup banyak.

Namun, besarnya user yang berada di lingkup social network populer tersebut sama sekali belum dapat dikategorikan sebagai ‘Promising Market’. Ini yang masih menjadi kendala bagi advertising agency yang hendak bergerak ke arah digital promotion, khususnya secara online. Masih dibutuhkan bertahap-tahap riset dan evaluasi lebih lanjut guna menemukan ‘engaging factor’ bagi para user yang tumpah ruah ini agar menjadi market yang menjanjikan.

Kembali lagi, engaging factor itu haruslah sesuatu yang memberikan benefit memadai. Baik itu berupa materi/uang, kemudahan/priority, efisiensi, atau keuntungan-keuntungan lainnya. Dan (lagi-lagi) semua itu harus dikemas sedemikian halusnya agar tidak terkesan over expectation under result.

Apa yang dilakukan oleh Markplus melalui Markplus Conference dengan melibatkan 100 blogger menurut saya adalah suatu soft method yang cukup baik untuk ditiru. Ada reward yang didapatkan oleh para blogger dengan mensubmit tulisan mengenai New Wave Marketing di Kompas.com. Dan di sisi lain, sebagian besar blogger pasti sudah sangat fasih dengan social media dan semacamnya. Mereka lah yang akan menjadi first line-up dari online WHO Generation yang ada saat ini.

Sementara itu, secara offline, WHO Generation akan berasal dari crowd dan community.  Sesuai dengan konsep New Wave, C yang pertama adalah Communitization. Namun hal tersebut akan kita bahas pada posting yang lain. Untuk saat ini, sebagai blogger, saya akan menjadi The WHO Generation dari sisi Online terlebih dahulu.

Salam.

Posting ini merupakan keikutsertaan sebagai salah satu Bloggers @ MarkPlus Conference 2010. Tulisan ini juga merupakan tanggapan atas artikel “Tantangan Konektor Sosial” New Wave Marketing pada Kompas.com

Reconnect in Facebook… Really?

Posted by Nico | Posted in Rada Penting | Posted on 04-11-2009

Tags: , ,

5

Terinspirasi dari sini

Semenjak tampilan Facebook berubah baru, saya semakin jarang ngeblog. No, ini bukan mencari-cari-alasan-gara-gara-kekurangan-ide semacam itu. Tapi dikarenakan terlalu sering mengikuti suggestion dari Facebook.

Buat yang belum paham, kolom “Suggestions” terletak di sebelah kanan halaman Facebook Anda yang intinya kira-kira adalah untuk meng-engage user-user yang nggak socially updated (baca: kurang aktif). Nggak, saya nggak nyindir siapa-siapa koq….

fb01

Buat para facebookers yang terbilang aktif, Suggestions ini mungkin akan terlihat ‘agak’ meremehkan. Kira-kira salah satunya adalah untuk mengajak kita menambahkan teman-teman baru yang sebagian besar temannya adalah teman-teman atau temannya teman kita (okay, that’s too much ‘teman’ for a sentence), lalu menyarankan kita untuk menulis sesuatu di wall nya, poke teman-teman kita, n so on.

Sejauh ini, setelah mencoba ini dan itu, saya secara pribadi menggap fitur ini konyol, dan berikut ini adalah alasan-alasannya :

1. Jangan coba-coba menyarankan teman yang tidak Anda kenal betul.

From : Nico

Cuy, nih temen gue, May. Dia baru di FB, cute kan? Lo add deh sapa tau cocok.

From : Cuy

Ok Nic, Thanks. Gue add.

..Beberapa hari kemudian..

From : Cuy

Nic, gue gak nyangka elo ngejerumusin gue segitunya. Koq Lo gak bilang-bilang kalo dia itu abis operasi ganti kelamin? OMFG! Gue ampir mau ‘get serious’ with her/him man!! F u very much!

At least gue tau selera bertemen elo sekarang *remove*

Well Cuy, my friend, please don’t get serious too quick.

And May, lo utang banyak penjelasan ke puluhan cowok-cowok yang bilang “Thanks for friend approval” di Wall elo!


2. Mari turut menjadikan Facebook lebih baik baginya…??

fb03

Okay, first, Mark Zuckerberg sudah mengeluarkan Jutaan US$ untuk menggaji mereka yang sangat kompeten di bidangnya untuk “..menjadikan Facebook lebih baik” bagi semua orang. Yep, he really already did!

Kedua, bagaimana mengirimkan pesan untuk orang tersebut, sehingga membuat Facebook lebih baik untuknya? Is it like this :

Dude,

Pa kabar? Eh setelah gue liat-liat dengan segenap hati n perasaan, gue akhirnya memilih foto elu yang (Bla Bla) itu. Menurut gue di foto itu lu terlihat macho, tapi tetap nggak menghilangkan pancaran kasih sayang diri lo yang tulus.

Gue berharap, lo bersedia ngejadiin pilihan gue itu sebagai profile picture. Itu akan berarti banget buat gue dan Facebook akan menjadi lebih baik buat lo.

Xixixixi

Nico

Now that sounds sooo gay isn’t it? Dan saya tidak akan pernah menulis “xixixixi”. Berdasarkan tingkat ke-alay-an, xixixi itu posisi paling alay ke 2. Posisi pertama untuk ketawa ala alay jatuh pada wkwkwkwkwk. Yang sampe sekarang nggak saya pahami cara bacanya.

Nggak semua orang merasa hidupnya jadi lebih baik setelah era Facebook. Let’s face it.


3. Jalin Hubungan Kembali dengannya, Colek dia

fb02

Hah? Stephen is a BOY! You want me to Colek him??? Seriously??

English : Reconnect with him, poke him

Indonesia : Jalin Hubungan Kembali dengannya, Colek dia

Hmm..? Indeed some sentences are awkward when translated into Bahasa… secara per kata. Kenapa nggak “Buat dia tidak melupakanmu, toyor jidatnya”. Lebih halus kan? Xixixi.

Dear FB, ada beberapa kemungkinan kami memilih untuk tidak berhubungan kembali dengan sebagian orang, block semua update-nya dan membiarkan mereka menempati kolom terbawah dalam friend list dengan kategori “Do Not Touch”.

A. Mereka psycho;

B. Pacar mereka psycho;

C. Mereka dan kami punya masa lalu kelam, mereka memutuskan untuk melupakannya, tapi kami belum.;

D. Semua jawaban benar

Dan untuk tipe propichunter seperti saya (propichunter : berburu teman di FB berdasarkan profile picture nya – menyedihkan emang), mereka bahkan tidak mengenal saya. Kira-kira apa yang akan terjadi jika Anda mencolek orang yang tidak Anda kenal?

KARATE CHOPP!! *benjol*


4. Anda belum bicara dengannya di facebook

fb04

Sejauh ini, fitur chat di fb saya gunakan untuk dan hanya untuk… kenalan for the 1st time. Atau sekadar say hi ke orang-orang yang sempet saya kenal waktu masih muda (ceileh.. sekarang udah kepala 6 Opa?). Jadi, fitur chat memang … sadly but true… buat saya rada useless ada di FB. Udah gitu sering error lagi.

Selain itu, mereka yang masuk di kategori “Do Not Touch” (baca nomor 3) juga bukanlah deretan orang yang akan kami ajak chatting sampai sekitar… selamanya. Faktor YM, MSN, BBM, juga sederetan chat engine lainnya juga menjadi faktor ‘ketidakramahan’ kami melalui FB chat.

Well, Facebook, terima kasih atas fitur chatnya. Tapi kami sudah kenyang.

*buang ke tong sampah*


5. Bayangkan jika *Kamu* yang berada di kotak Suggestion itu

Nico
Kamu belum mengomentari potongan rambut barunya.
Tulis pendapatmu di Dinding rumahnya

Atau

Cuy
Dia telah kehabisan krim cukur.
Beri saran bagaimana Facebook bisa menjadi lebih baik… untuk jenggotnya.

Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana FB yang tadinya adalah fasilitator sosial yang ramah untuk berbagi, dalam sekejap berubah menjadi Ibu-ibu overprotektif yang panik jika anaknya adalah nerd tanpa niat bergaul dengan siapa pun.

Relax Mom… I’m only Nerd in the REAL WORLD.