Tentang Perempuan…~
Posted by The Observer | Posted in Rada Penting | Posted on 15-02-2010
Tags: bekas, cerita, lampu biru, mercedes, panther, perempuan, raja
0
oh wow…maapkan saya. Saya menghilang terlalu lama.. haa… Tulisan kali ini saya buat sdikit berbeda, lebih dewasa (PRET!).. hehe,,enjoy!!
Sabtu sore adalah saat bercanda buat saya dan si mami setelah masa hibernasi yang cukup memuaskan: dari jumat malam sampe sabtu siang. Kami berdua adalah dua wanita (perkasa) yang tinggal di ibukota Jakarta. Bukan demi sesuap berlian, tapi demi memenuhi obsesi kami masing-masing: mami demi tugas Negara, dan saya demi melarikan diri dari kebosanan.
Oh indahnya perbincangancanda sana-sini dan melantur tanpa ada protocol yang harus kami ikuti layaknya meeting di kantor. Melantur dari teh wangi sampai mesin ketik, dari peralatan bayi sampai kerja rodi. Lalu tiba-tiba mami bercerita tentang sebuah reuni. Reuni angkatan SMA; reuni dari masa hidup yang paling menggelikan dan paling dikenang.
Dari sekian kisah yang mami ceritakan tentang reuninya, ada secuil cerita yang membuat otak saya berkata “AHA..!”. Cerita itu menyentil saya dan pandangan saya tentang perempuan.
Seorang teman mami , yang seorang perjaka, akhirnya menikahi seorang wanita yang pernah bercerai dan sudah memiliki anak; atau umum dibilang (maaf) janda. Ketika datang ke acara reuni, si teman mami yang bisa kita panggil sebagai Mr. X ini tidak membawa istrinya, sehingga teman-teman mami pun dengan leluasa meledeknya habis-habisan.
Menjawab pertanyaan itu, si teman mami menjawab dalam bahasa jawa,
“Lapo numpak mobil Panther nek iso numpak mercy?Yo mending numpak mercy masiyo bekas, timbangane numpak Panther anyar”,
yang artinya:
“Ngapain naik mobil Panther kalo bisa naik mobil Mercedes? Ya mending naikin Mercedes tapi second daripada naikin Panther baru.”
Ga usa ditanya lagi, teman-teman mami yang lain pun ngakak ga berhenti. Tapi tawa mereka belum berhenti disitu. Seorang teman mami yang lain yang juga agak telat menikah mendapat sorotan saat teman-teman mami berkumpul. Mulai sekarang kita panggil dia Mr. Y.
Si Mr. Y ini tergolong tampan dan kaya, tapi dia akhirnya memilih untuk menikahi seorang wanita yang oleh teman-teman mami dinilai “kurang” penampilannya. Menghadapi hal ini Mr. Y berkata,”Mendingan punya istri begitu, kalo aku pulang aku jadi raja. Mau apa juga pasti diturutin, belum diminta teh sudah tersedia, air sudah dipanasin. Daripada nikah sama model, malah aku jadi babu.”
Ha…ini cuma ungkapan dari dua pria, ga bisa mewakili milyaran pria yang tersisa. Bukan berarti saya suka cara pandang mereka, tapi cara mereka melihat wanita sangat lucu. Sangat pas ungkapannya.
Saya suka. Ungkapannya.
Saat mendengar cuilan cerita ini saya tersenyum geli. Ga terbahak, cuma geli. Tapi kisah ini menggelitik otak saya terus dan terus. Ada-ada saja teman-teman si mami. Dan acara bincang sabtu sore itu berhenti disitu. Nasi panas dan tempe bacem sudah mengepul menunggu..
Salam…

