Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

Tentang Perempuan…~

Posted by The Observer | Posted in Rada Penting | Posted on 15-02-2010

Tags: , , , , , ,

0

oh wow…maapkan saya. Saya menghilang terlalu lama.. haa… Tulisan kali ini saya buat sdikit berbeda, lebih dewasa (PRET!).. hehe,,enjoy!!

Sabtu sore adalah saat bercanda buat saya dan si mami setelah masa hibernasi yang cukup memuaskan: dari jumat malam sampe sabtu siang. Kami berdua adalah dua wanita (perkasa) yang tinggal di ibukota Jakarta. Bukan demi sesuap berlian, tapi demi memenuhi obsesi kami masing-masing: mami demi tugas Negara, dan saya demi melarikan diri dari kebosanan.

Oh indahnya perbincangancanda sana-sini dan melantur tanpa ada protocol yang harus kami ikuti layaknya meeting di kantor. Melantur dari teh wangi sampai mesin ketik, dari peralatan bayi sampai kerja rodi. Lalu tiba-tiba mami bercerita tentang sebuah reuni. Reuni angkatan SMA; reuni dari masa hidup yang paling menggelikan dan paling dikenang.

Dari sekian kisah yang mami ceritakan tentang reuninya, ada secuil cerita yang membuat otak saya berkata “AHA..!”. Cerita itu menyentil saya dan pandangan saya tentang perempuan.

Seorang teman mami , yang seorang perjaka, akhirnya menikahi seorang wanita yang pernah bercerai dan sudah memiliki anak; atau umum dibilang (maaf) janda. Ketika datang ke acara reuni, si teman mami yang bisa kita panggil sebagai Mr. X ini tidak membawa istrinya, sehingga teman-teman mami pun dengan leluasa meledeknya habis-habisan.

Menjawab pertanyaan itu, si teman mami menjawab dalam bahasa jawa,

“Lapo numpak mobil Panther nek iso numpak mercy?Yo mending numpak  mercy masiyo bekas, timbangane numpak Panther anyar”,

yang artinya:

Ngapain naik mobil Panther kalo bisa naik mobil Mercedes? Ya mending naikin Mercedes tapi second daripada naikin Panther baru.

Ga usa ditanya lagi, teman-teman mami yang lain pun ngakak ga berhenti. Tapi tawa mereka belum berhenti disitu. Seorang teman mami yang lain yang juga agak telat menikah mendapat sorotan saat teman-teman mami berkumpul. Mulai sekarang kita panggil dia Mr. Y.

Si Mr. Y ini tergolong tampan dan kaya, tapi dia akhirnya memilih untuk menikahi seorang wanita yang oleh teman-teman mami dinilai “kurang” penampilannya. Menghadapi hal ini Mr. Y berkata,”Mendingan punya istri begitu, kalo aku pulang aku jadi raja. Mau apa juga pasti diturutin, belum diminta teh sudah tersedia, air sudah dipanasin. Daripada nikah sama model, malah aku jadi babu.”

Ha…ini cuma ungkapan dari dua pria, ga bisa mewakili milyaran pria yang tersisa. Bukan berarti saya suka cara pandang mereka, tapi cara mereka melihat wanita sangat lucu. Sangat pas ungkapannya.

Saya suka. Ungkapannya.

Saat mendengar cuilan cerita ini saya tersenyum geli. Ga terbahak, cuma geli. Tapi kisah ini menggelitik otak saya terus dan terus. Ada-ada saja teman-teman si mami. Dan acara bincang sabtu sore itu berhenti disitu. Nasi panas dan tempe bacem sudah mengepul menunggu..

Salam…