#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas
Posted by Nico | Posted in Curhat, Ngobrol | Posted on 15-10-2010
Tags: bicara, social media, Twitter
0
Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation di Twitter. Saat ini di aktif dengan blognya Media-ide.com yang membahas beragam hal sehubungan dengan beragam online activities.
23 Agustus yang lalu, Tim Lampu Biru berhasil mencuri sedikit waktunya untuk mengadakan intweetview episode perdana. Tanpa diberitahu lebih lanjut apa yang akan kami tanyakan, Bung Pitra pun dengan spontan menerima ajakan kami. (Mudah-mudahan nggak nyesel yah Bung)
Apa yang tidak diketahuinya, adalah sebenarnya ia bukan hanya diwawancarai oleh satu orang, melainkan 2 makhluk mini penghuni Lampu Biru.
Apa yang akan Anda baca adalah kejadian sebenarnya saat intweetview berjalan.
Mari saya perkenalkan, Lou, the lunatic puppy dan Bai, the kamikaze bunny. Dan tentu saja bersama Bung @Pitra sang narasumber.
Here we go :
![]()
(Sebelum intweetview dimulai, Lou dan Bai sudah berdebat siapa yang akan memberikan pertanyaan yang pertama, atas dasar “kewarasan mengalah”, diputuskan bahwa Lou akan mendapatkan giliran untuk pertama kali bertanya dengan Bai duduk di sebelahnya)
Lou : *Ehm* (sambil ngelirik naskah pertanyaan) Oke, seandainya tweet berikut setelah ini adalah tweet terakhir, kira-kira isinya apa?
Bai : (Menatap males ke Lou) Dude, really? You’re that obsessed with death? Want me to help?
@Pitra : isi tweet terakhir: “saya wariskan id twitter ini kpd rekan/istri/anak/saudara saya yg bernama … ia yg akan melanjutkan”
Lou : Kalo misalkan di tengah-tengah wawancara terjadi sesuatu sama narasumber kita (atau twitter), kan gue jadi tau apa yang mesti gue tulis. Cuma (…) itu siapa ya?
Bai : …
Lou : Kalo elu, pasti ngewarisinnya ke gue kan Bai?
Bai : Okay, Mas Pitra giliran saya bertanya, *mengalihkan*
Bai : Seandainya nggak jadi Social Media Specialist, lebih prefer jadi Sopirnya Ruhut Sitompul atau Asisten Masak Farah Quinn?
@Pitra : Sekarang pun (gue) sebenernya bukan Social Media Specialist kok, cuma kesannya aja gitu. N lebih prefer jadi asisten masak FQ, biar bisa pegang-pegang tangan.
Lou : Gue juga bukan anjing gila kok, cuma kesannya aja gitu. Tapi lebih suka jadi supirnya Ruhut. Biar bisa nyetirin mobil yang ada dianya trus tabrakin ke Kontainer.
Bai : Koq lu ikutan jawab? *plester mulut Lou*
Lou : *kunyah plester sampe copot* Oke, jadi Social Media Specialist itu sebenernya apa sih? Kalo sering ngetweet, banyak follower, kurang tidur, namanya apa?
@Pitra : Itu namanya nggak ada kerjaan dan (gara-gara itu) nggak bisa tidur
Bai : Seperti Lou
Lou : Seperti gue
Bai : Tapi Lou nggak punya follower
Lou : Ada koq. Buanyaaak. *nunjukin kutu di kepala sampe ekor*
Bai : *menjauh*
@Pitra : Social Media Specialist itu katanya sih secara strategis memberikan konsultasi ke klien tentang cara terjun yg benar memasar produknya di social media.
Bai : Tapi sampe sekarang justru mengarah ke abuse penggunaan nggak sih? Semisal Lomba Retweet, de el el?
@Pitra : Nah yang bikin usulan lomba seperti RT itu berarti gak berhubungan dengan social media specialist. BTW, udah lama gak ada kontes RT loh
Lou : …
Bai : Tumben lo diem.
Lou : Gue ngga ngerti lu bedua ngomongin apaan.
Bai : Bagus lah. Sono tengkurep aja di pojokan cari kutu.
Bai : So, dari pengamatan elu aja, conversation kayak apa sih yang bakal berujung ke Trending Topic?
@Pitra : 1) Kalo berupa kontes kuis dari Adrie Subono, dijamin pasti TT dengan jawaban kuis dan tagarnya.
@Pitra : 2) Kalo jadi bahan omongan ababil Twitter. Karena cara nulis mereka yang suka pake RT, banyak teks berulang, besar kemungkinan masuk TT. Contoh : Saat IMB, mereka ngomongin artis yang ituuuh terus berulang-ulang, dgn cepat TT.
(Pada tahap ini kepala Lou sudah berasap, sehingga untuk sementara dia terpaksa merendam kepalanya di toilet terdekat. Sementara Bai dengan girang melanjutkan intweetview tanpa partner gilanya)
Bai : Jadi sangat memungkinkan u/ ‘mengarahkan’ public di twitter, sampe misalkan bikin “Pitra Kece” jadi Trending Topic di Twitter?
@Pitra : Mungkin.. kalau yang jawaban kuisnya adalah ‘Pitra Kece’ dan yang bikin kuisnya adalah Adrie Subono atau Fitrop atau Radityadika
Bai : Jadi kalo brand mau jadi TT. Mereka lebih baik memanfaatkan Adrie atau Fitrop atau Raditya daripada bikin kontes RT ya?
@Pitra : Tergantung, kalo emang tiga orang itu cocok jadi ambassador brandnya ya gak apa apa, tapi kalo nggak ya pake cara lain.
Bai : Tapi kedua hal itu bukannya serupa tapi tak sama? (re:kontes RT dan me-RT tweet seleb)
@Pitra : (yang) Tadi bukan me-RT tweet seleb, tp dia langsung reply ke adriesubono utk jawabannya. Salahnya ababil itu melakukannya dgn cara mereka.
@Pitra : Cara mereka adalah dgn meng-RT. Si adriesubono sih gak bikin aturan harus seperti itu, tapi itu behavior user yg ikutan kontesnya.
@Pitra : BTW lagian buat apa jadi TT? gak perlu TT asal si brand dan audiensnya engage di twitter juga sudah bagus kan?
Lou : Soalnya si Bai mau jadi Tre… *hummpphh*
Bai : (sambil membekap mulut Lou) Nih anak koq tiba-tiba bisa muncul begini?
Bai : Aha! (tidak disponsori -red) Itu dia poin utamanya. Yang penting bukan jadi TT tapi engage audience dengan benar ya Pit?
@Pitra : iya mendingan engage. Bukannya lebih baik punya 100 follower setia drpd ribuan follower sampah yg ikut demi kontes aja?
Bai : Omong-omong soal RT abuse, kira-kira penggunaan RT yang ngga bener gitu bisa dibenahi nggak ya?
Lou : Iya gue gatel pengen getokin satu2 kepala RT abuser itu. RT Bai : Omong-omong soal RT abuse, kira-kira penggunaan RT yang ngga bener gitu bisa dibenahi nggak ya?
Bai : *Getok kepala Lou pake sepatu bot*
@Pitra : huahaha.. gw mah nyerah deh.
Dan seiring dengan pingsannya Lou, intweetview Episode perdana pun berakhir. Terimakasih untuk @Pitra yang sudah bersedia berbagi n ngobrol-ngobrol bareng @LampuBiru. Kini dia harus kembali menyelamatkan dunia.
Sampai jumpa di intweetview berikutnya.
)

