Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

Akhirnya Datang Juga

Posted by Nico | Posted in Rame Rame | Posted on 15-10-2010

Tags: , ,

0

Growing up is sucks.

That’s what I thought when I was 14,

Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun, teknisi papa yang sepanjang hari berlumuran oli motor, hingga Bu Minah yang setiap hari keliling kota berjalan kaki di bawah terik matahari sambil menjajakan jamu.

Intinya, saya memutuskan jika sudah dewasa kelak, saya akan menciptakan formula untuk masuk kembali ke tubuh saya di masa lalu sebagai seorang anak kecil.

Dan sejak saat itu saya rajin memeriksa laci meja belajar. Kalau-kalau Doraemon kesulitan keluar dari sana.

Tapi akhirnya sekarang saya sadar bahwa pikiran-pikiran konyol seperti itu sama sekali tidak masuk akal.

Mungkin karena sekarang saya berusia 17 tahun.

Siap atau nggak, saya pasti bertambah dewasa.

Saya harus siap dengan tanggung jawab,

Saya harus siap untuk bekerja keras,

dan tentu saja,

Saya harus siap menghadapi protes para pembaca soal umur.

Lalu, gimana kalo sebenernya saya belum siap untuk dewasa?

Saya yakin saya berpotensi untuk jadi besar, namun tidak tahu harus kemana, dan dengan siapa. Serta tidak tahu harus bagaimana.

Sekarang bayangkan jika tidak ada kesempatan untuk belajar, tidak ada yang mendukung, dan sialnya lagi, saya sendiri juga tidak punya apa-apa.

Apakah saya tetap akan jadi besar?

YA. Mungkin saja.

Ada Beethoven, Einstein, Alva Edison, Eichiro Honda, Roy Kroc, dan Martin Luther King yang sudah berhasil.

Plus masih ada ratusan kisah sukses lainnya yang dapat kita temui sehari-hari.

Untunglah populasi manusia ‘hanya’ 6 miliar lebih.

Jadi kemungkinannya kira-kira ada 1 orang sukses untuk setiap 50.000.000 orang tidak sukses.

Ya lumayan lah.

Saya sendiri sih nggak seoptimis itu.

Challenging diri sendiri adalah hal yang sangat sulit. Apalagi jika katalis yang dibutuhkan tidak pernah ada. Bagaimana mungkin menjadi lebih baik, jika saya sendiri tidak paham yang namanya lebih baik itu seperti apa?

So for people like me,

There came SwaStartup dan SparX Up Award.


Keduanya merupakan life changing opportunity yang memungkinkan siapa pun, dengan kemampuan apa pun, untuk saling berkolaborasi dan menciptakan suatu karya kreatif berbentuk startups. (Yang belum paham apa itu startups, bisa baca di Sini)

Jika SwaStartup adalah sebuah inkubator yang memungkinkan siapa pun, cukup mulai dengan ide, kemauan, dan rencana untuk menciptakan startup-startup lokal lewat beragam program mentoring hingga mencari investor, SparX Up Award adalah sebuah bentuk challenge bagi para startups yang sudah berjalan dengan tujuan meningkatkan kualitas startup-startup tersebut sambil promosi kepada publik dan calon investor.

Info lebih lengkap mengenai kedua event tentu saja tidak akan didapatkan di Lampu Biru, silahkan kunjungi website masing-masing dengan mengklik kedua gambar di atas.

These startups things will surely change your perspective about growing up.
At least, it changes mine.

Oke, tadi siapa yang mau protes soal umur? Silahkan isi kolom komen di bawah. :)

Write a comment