Conversation? What Conversation?
Posted by Nico | Posted in Rame Rame, Update | Posted on 15-10-2010
Tags: bicara, Indonesia, Twitter
0
Okay, here are the facts:
90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter.
So, I’m assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal, menggunakan, dan (mungkin) menyalahgunakan Twitter.
Indonesia sedang menempati urutan pertama untuk urusan jumlah pengguna Twitter.
Tapi dari segi kualitas tweet? Nanti dulu..
Kira-kira (menurut prakiraan saya) beginilah gambaran pengguna twitter dari Indonesia :![]()
- Sebagian kecil menggunakannya untuk memperluas pengetahuan dan membaca trend yang sedang in.
- Sebagian kecil menggunakannya untuk memperkuat brand. Baik itu corporate branding, consumer branding, maupun personal branding.
- Sebagian kecil menggunakannya untuk berbagi dan mendapatkan feedback.
- Sebagian BESAR menggunakannya sebagai mesin Chatting raksasa, tanpa menyadari bahwa RT adalah ReTweet dan bukan Reply To (Yep, #classic)
Maka mari kita maklumi bersama, bila Trending Topic dari Indonesia adalah sesuatu yang sudah sangat ‘lazim’ untuk terjadi belakangan ini.
Sering ngeliat yang beginian? :
“Asik. Mwah.. RT @pacarababil: Yg penting quw cinta. RT @ababilkece: ih ga bagi2. @pacarababil: Makan siang dunks. RT @ababilkece: Lagi pain say?”
Iya. Kronologisnya dibaca dari belakang.
Oke deh. Saya juga pernah ngetweet seperti itu. Pada saat awal-awal mengenal twitter dan belum paham betul etika serta konsep RT dan semacamnya.
Dan waktu itu saya pernah ditegur.
Saya pun merespon..
… pakai RT.
Untunglah sekarang saya sudah kembali ke jalan yang benar. Tapi kalo dipikir-pikir, nggak apa-apa lah. Kenapa repot-repot mengendalikan cara orang ngetweet? Selalu ada tombol Unfollow ketika kita sudah cukup paham karakter orang yang kita follow bukan?
And here’s also one other fact :
Jika selama ini, Lampu Biru lebih banyak menulis hal-hal tidak penting secara random. Maka mulai akhir Agustus ini, kami akan mencoba merekam hasil pengamatan atas beragam bentuk ‘conversation’ yang terjadi di Twitter.
Not an easy task tentu saja, tapi kami cukup bersemangat untuk mencobanya. Jika ada yang berminat untuk membantu. Wow, dengan senang hati kami terima
Medium ini memang awalnya diciptakan dari percakapan belaka juga koq.
Untuk memulai, Lampu Biru sudah mengadakan interview dengan salah satu influencer social media di Indonesia, Siapa dia? Lanjutkan di Blog Post berikut.

