Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

Kotak Kuning~

Posted by The Observer | Posted in Curhat | Posted on 14-10-2010

Tags: ,

0

Syepi… nyeh..

Rencananya si saya dateng bikin kerusuhan, tapi berhubung ga ada yg bisa diajakin ribut di website ini, ada baiknya saya ceritakan bagaimana ributnya lalu lintas di kota megapolitan paling semrawut sejagat: JAKARTA.

Di suatu Jumat sore di Jakarta (perhatikan frase SUATU JUMAT SORE dengan seksama), saya harus bertemu paman saya yang paling asoy margeboy kalo diajakin bercanda. Beliau berasal dari Batam, kesini untuk berbisnis.

Demi bisnisnya yang lagi makmur jaya aman sentosa itu, beliau menginap di salah satu hotel di bilangan Kuningan. Tempat tinggal saya ada di daerah padat penduduk di sekitaran Mall Taman Anggrek. Dan dengan sangat salahnya, saya dan adik saya berangkat dari rumah jam 4 sore yang membuat saya terpaksa melakukan pijat gratis buat si kopling mobil selama 3 jam ke depan..*kram*

Sampe di hotel pun, si paman saya yang GA kece-kece amat tapi baek hati ini masih leyeh-leyeh di sofa. Ternyata doi baru pulang meeting juga, dan amazingly dia meeting di 4 tempat berbeda, padahal baru sampe Jakarta jam 11 siangnya. Salut. Saya tanyalah resepnya apa kok bisa menaklukkan kemacetan Jakarta? Dia memanfaatkan jasa tukang ojek dan busway dan mempraktekkan kerja paksa buat kakinya. Lebih salut lagi adalah: si paman yang punya jabatan sebagai pemilik perusahaan ini kemana-mana naek ojek dan busway di neraka mini Jakarta yang hedun panasnya. Angkat topi om!

Ga lama setelah kita ngelantur sana-sini soal kemacetan Jakarta, tiba-tiba si paman kasi tebakan: “kalian tahu yellow box?”. Nahloh. “kotak kuning?” dengan bodohnya adek saya mentranslate yellow box instead of jelasin.

Si paman kepalanya goyang kiri-kanan sambil angkat bibir sebelah dan senyum.

Oke, giliranku menjawab: “kotak saran om?”. WOW.. kalo adek saya tadi bodoh, berarti saya imbisil.

Reaksinya buat jawaban saya lebih rumit: kepala goyang kiri-kanan, alis ngangkat sebelah, bibir naik sebelah, mata melotot dan mulutnya bergerak bilang “hah??”

Baiklah, saya memang keterlaluan, tapi akhirnya si paman jatuh iba sama saya karena pengetahuan saya yang cupet. Ngek.. dan penjelasan dimulai. Tapi sebelum doi jelasin pun, dia mulai dengan prolog begini: “see, calon sarjana berpendidikan tinggi kayak kalian aja ga tau yellow box apaan”

hosssshhh…panas!

Jadi ternyata yellow box itu garis kuning yang bentuknya kotak:biasanya ada di perempatan besar jalan raya yang sering macet. Ada yang pernah merhatiin jalan di perempatan sarinah atau kebun sirih daerah Jakarta Pusat ga? Atau di perempatan Jalan Kertajaya atau Ahmad Yani Surabaya? Disitu biasanya ada yellow box, yang kegunaannya baru saya temukan malem itu. Dulu saya pikir itu buat main engkle tengah malem.

Pernah terjebak di perempatan jalan yang walaupun lampu lalin uda warna ijo royo-royo, tapi mobil kita masih stuck ga bisa jalan karna ada mobil dari arah kiri atau kanan jalan yang  berhenti di tengah jalan karena jalanan di depan mereka macet? Saya sering. Itu adalah akibat dari tidak digunakannya fungsi yellow box.

Jadi yellow box itu adalah penanda bahwa kita ga boleh maksain jalan lurus ke depan tanpa berhenti di tengah jalan ketika arah yang kita tuju itu macet, ya, walaupun lampu lalin kita ijo. Seharusnya polisi tilang kita kalo kita ngelanggar.

Intinya, kita ga bole masuk ke area kotak kuning ini jika pada akhirnya kita akan menghambat lalu lintas dari arah kanan atau kiri kita ketika mereka seharusnya sudah berhak jalan.

Biar gampang, saya masukin gambar yang saya ambil dari http://www.rulesoftheroad.ie/rules-for-driving/junctions-roundabouts/yellow-box-junctions.html

kalo arah lurus masih macet, JANGAN MAKSA..! daripada nyusahin orang laen yang ga berdosa..

Mengingat kepedulian saya terhadap kemacetan Jakarta, saya harap orang-orang yag mungkin mengalami nasib sama seperti saya: ga paham tentang si kotak kuning ini bisa dicelikkan matanya. AMEN..

Hmmm, uda lewat tengah malem, saya mau tidur dan siapin tenaga biar skripsi saya bisa cepet kelar, doakan saya ya kalian semua yang baca…! *berasa ada yang baca..ngooook*

Write a comment