Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

Re-Introducing Lampu Biru

Posted by Nico | Posted in Update | Posted on 14-10-2010

0

The Chosen Mascot

Pada awal mulanya, saya sendiri tidak pernah punya definisi khusus saat menamai blog yang sedang Anda baca ini sebagai “Lampu Biru”. Yah, memang di satu sisi saya menyukai warna biru, dan sesuai tagline awalnya, Lampu Merah dan Lampu Hijau sudah ada..

..dalam wujud media cetak tentunya.

Lalu kenapa tidak Lampu Kuning? Nah, begini ceritanya..

Sejak SD, saya diajarkan bahwa Lampu Kuning itu artinya berhati-hati (filosofi perempatan jalan). Dan secara logis, saya yang masih anak-anak itu mengartikan bawa lampu kuning menunjukkan “awas bahaya” di depan.

Filosofi yang kemudian saya bawa hingga saat membuat blog ini. Saking nggak inginnya berhati-hati plus emang saya ngga suka warna kuning, akhirnya dicarilah lawan dari kata “kuning” itu.

“Biru” adalah jawabannya. Klop sudah. Meskipun saat itu (dan hingga sebelum post ini dibuat) defisini dari Lampu Biru sendiri memang belum jelas, saya hanya berharap Lampu Biru dapat menjadi blog yang lugas, to the point, dan bermanfaat.

Konsep awal berupa Personal Journalism ini ternyata hanya bertahan mampu beberapa saat. Tepatnya hanya satu blogpost saja.

Peralihan Penting –> Nggak Penting –> Penting

Jika ada yang sempat men-track blog ini dari awal, mungkin akan menyadari bahwa blog ini sempat vakum beberapa bulan sebelum akhrinya diupdate secara berkala. Thanks to The_Observer dan HeronArt, inti konsep dari Lampu Biru muncul dengan sepatutnya :) .

Kami sepakat untuk mengangkat hal-hal mini, yang sebenarnya sehari-hari dekat dengan kita, namun tidak terperhatikan. Dan tentunya sama seperti blogger lainnya, membicarakan pengalaman-pengalaman kami sendiri dan merumuskannya secara sederhana dan (mudah-mudahan) menarik. Tanpa berbohong, tanpa menggurui, dan tanpa menghakimi.

Well, semua blogger melakukan hal tersebut, lalu bedanya dimana?

Ya nggak beda. Kami kan blogger juga. :)

Ironisnya, konsep ketidakpentingan ini justru bertolak belakang dengan fungsi Lampu Biru yang sesungguhnya (dalam hal ini maksudnya adalah Lampu yang berwarna biru). Saat saya iseng-iseng mengadakan searching dengan kata kunci lampu biru, beberapa temuan teratas yang saya dapatkan menjelaskan fungsi ‘sebenarnya’ dari lampu berwarna biru tanpa pernah saya bayangkan sebelumnya.

Lampu biru ternyata digunakan untuk meningkatkan konsentrasi dan mencegah orang bunuh diri. (O.o) OMG, what the..? Benar-benar bertolak belakang dengan filosofi ketidakpentingan yang kami anut selama ini. Sehingga akhirnya, diputuskanlah untuk melakukan major changes terhadap blog ini. Setidaknya, supaya nggak keberatan nama lah..

Hasilnya, bagi yang sempat mengenal blog ini dari awal, perbedaan paling nyata adalah tampilannya. Dulu, warna dominan yang kami gunakan adalah coklat, sementara untuk saat ini sudah disesuaikan ke warna putih biru, sesuai dengan namanya. Kemudian saya berniat juga memperkenalkan maskot kami, yaitu dua karakter seperti yang tampil di awal post  ini (Terima kasih banyak bagi yang sudah voting sebelumnya melalui Twitter, Plurk, dan Facebook)

Akan ada post lainnya yang khusus membahas mengenai duo yang baru ini. Apa yang menyebabkan mereka terpilih dan bagaimana mereka akan ‘merusak’ Lampu Biru.

Sementara itu, dari segi konten, Lampu Biru yang baru akan menampilkan post-post yang tidak hanya nggak penting sebagaimana awalnya, namun juga akan mulai sedikit mendewasa dengan menampilkan konten-konten ‘cukup penting’, hingga ‘sangat penting’. Tahun 2010 akan menjadi sebuah revolusi bagi Lampu Biru yang tadinya hanya blog iseng-iseng menjadi sesuatu yang lebih “serius”.

Well… At least itu rencana kami.

Kami sangat sadar, menjadi sebuah blog yang menarik butuh proses yang ngga segampang makan duren pake sumpit. (Makan duren pake sumpit aja susah, apalagi ngerubah konsep blog). Terutama problem utama kami di rutinitas.. Hehehe.. Komitmen memang hal yang rumit, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin.

Percayalah.

And finally…

Lampu Biru mengucapkan terima kasih untuk para kontributor baru selama 2009 yang sudah membuat blog ini lebih hidup, yaitu Si Jam Emas dan tambeng. Mudah-mudahan tahun 2010 ini kita sama-sama bisa lebih rutin posting n lebih gokil lagi, bukan begitu bukan? Oh, tak lupa, selamat datang sama-sama kita ucapkan buat kontributor terbaru Lampu Biru, Ardi Uchida.

Mohon maaf sedalam-dalamnya kami ucapkan atas segala kekurangan Lampu Biru di tahun 2009. Serta terima kasih setinggi-tingginya untuk segala saran, kritik, dan masukan yang kami terima dari rekan-rekan semua setelah mampir di blog ini. Stay tuned, and I hope we won’t bore you.

This year is going to be Awesome!!!

Write a comment