Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

Conversation? What Conversation?

Posted by Nico | Posted in Rada Penting | Posted on 24-08-2010

Tags: ,

1

Conversation? What Conversation?

Okay, here are the facts:

90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter.

So, I’m assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal, menggunakan, dan (mungkin) menyalahgunakan Twitter.

Indonesia sedang menempati urutan pertama untuk urusan jumlah pengguna Twitter.

Tapi dari segi kualitas tweet? Nanti dulu..

Kira-kira (menurut prakiraan saya) beginilah gambaran pengguna twitter dari Indonesia :

Kontradiktif: infotainment dan peringatan hari anak

Posted by The Observer | Posted in Rada Penting | Posted on 24-07-2010

Tags: , , , , , , , ,

1

Salah satu hal yang sering dilupain sama masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupannya adalah dalam hal MENAATI ATURAN. Baik itu aturan tertulis (seperti jangan buang sampah sembarangan) sampai aturan tidak tertulis (seperti jangan ciuman sembarangan).

Sudah ada beberapa tulisan kami tentang ketidak taatan masyarakat Indonesia, coba tengok coretan ‘si jam emas’ dalam ‘ibukotaku ibu tiri’ atau tulisan ‘kotak kuning’ oleh the observer. Belum cukup disitu, saya mau menambah satu daftar lagi: tidak taatnya infotainment.
Tepat kemarin pada hari Jumat, 23 Juli 2010 adalah Hari Anak. Tepat pada hari itu saya dapet curcol soal infotainment dari seorang kolega kantor saya yang sudah punya anak perempuan umur 7 tahun. Berikut cuplikan keluh kesah beliau:

“si Ruping (anaknya si ibu ini, red.) kasihan deh. Minggu lalu saya pulang kantor tiba-tiba dia tanya saya,

Ruping: “Ma, mama tau gak sih si ariel itu kenapa?”
Mrs. X:”(sambil pasang tampang bingung) lhah, emang kenapa si ariel?”
Ruping: “Ruping ga tau, tapi tiap hari ada di tivi tu ma. Emang mama ga tau kenapa?”
Mrs. X:” ya ga taulah mama, kan mama ga pernah nonton tivi”
Ruping: “emang di kantor mama ga ada tivi?”
Mrs. X: “ga adalah. Kalopun ada, mama kan kerja, ga nonton tivi”

Waduh, kasian kan anak-anak kalo begini ya. eh besoknya si Ruping kasi tau saya waktu pulang kantor. Dia bilang gini

Ruping: “ma, Ruping uda tau dari Janet kenapa kok ariel banyak diberitain di tivi.”
Mrs X: “(sambil deg-degan nunggu jawaban) hah? Kenapa emangnya si ariel?”
Ruping: “kata Janet, mamanya bilang kalo ariel waktu itu pernah nyanyi sambil telanjang. Makanya ditangkep polisi ma.”
Mrs. X: “wah gitu ya? ada-ada aja ya si ariel..”

Ah, sudah deg-degan aja saya.. tapi abis gitu si Ruping uda ga pernah tanya lagi, udah bosen katanya. Tiap hari tivi isinya ariel kata Ruping.”

Demikian laporan ibu penggemar lopis ini pada jam makan siang itu.

Ahh… media, seandainya saja mereka taat beretika. Seharusnya untuk tayangan semacam ini, (bersangkutan dengan video porno, pembunuhan, perbuatan asusila, dan tetek bengeknya) ditayangkan pada jam anak-anak sudah tidur lelap. Jam 9 malam katakanlah. Toh ibu-ibu yang butuh hiburan juga masih melek jam segitu. Kenapa infortainment harus takut kehilangan pangsa pasar? Justru kalo dibikin sedikit, barangnya jadi eksklusif : bahasa simpelnya, airtimenya jadi mahal. Iklan2 pada ngantri berani bayar mahal.
Untung saja si Ruping dapet jawaban yang ‘memuaskan’ dari temennya. Kalo ga?

Seandainya media mau mengevaluasi diri. Media massa popular cenderung mengkritisi, tapi kalo dikritik mereka ga bisa denger, karena bagaimanapun media popular seperti televisi itu bentuk komunikasinya searah kan yak (ini sih menurut teori komunikasi yang saya kunyah di bangku panas kuliah lo pemirsa).
Coba tengok kasus penoyoran seorang bocah di hari anak kemarin oleh paspampres. Rumor ini heboh bener dah suaranya di dunia maya, terutama di website favorit kita semua: twitter. Media mempertanyakan komitmen SBY dalam menangani anak-anak Indonesia, karena insiden paspampresnya yang menoyor seorang anak kecil. SBY yang baru aja berkomitmen untuk melindungi anak Indonesia, di tengah jalan paspamresnya melakukan insiden penoyoran ANAK KECIL. Kontradiktif? Pasti.

Sekarang saya mau balik tanya sama media: kalau pihak media memang peduli dengan isu-isu yang notabene memberatkan masyarakat, kenapa media juga ikut memberatkan masyarakat dengan pemberitaan isu yang ditayangkan pada jam-jam anak masih beraktivitas? Padahal tayangan itu belum layak untuk mereka. Hfff…
Ternyata yang mengkritik (baca: media) belum tentu lebih baik daripada yang dikritik (baca: pemerintah). Apa gara-gara konglomerasi media oleh politikus? Err…. No comment
Ga media, ga pemerintah, mereka selalu aja ngelakuin hal-hal yang kontraditif. Lain di ucapan, lain di perbuatan. Sekarang, adalah giliran masyarakat awam (seperti saya dan LB’ers) untuk pintar-pintar menangani masalah yang makin hari makin aneh-aneh aja.

Oiya, nasi saya sudah matang. Mari makan…

*ditulis sambil menunggu nasi putih hangat muncul”

salam

ga penting tapi penting

Posted by Si Jam Emas | Posted in Rada Penting | Posted on 19-05-2010

6

ah,,uda lama ga nulis,,maklum,,abis nail-art *you see the connections right??*

saya lagi males basa-basi,,jadi ada baiknya saya mulai menceritakan sesuatu yang terlihat tidak penting tapi penting,,

sekarang ini kan lagi jaman keemasan social media bukan,yang lagi in banget dan baru ini adalah,,TWITTER dan FOURSQUARE,,

saya salah satu dari banyaknya warga internet yang menggunakan itu*iyalah,,ikut-ikutan geol gitu loch!!* **kata-kata ikut-ikutan ini akan menjadi boomerang buat saya**

saya adalah pengguna yang autodidak , saya belajar menggunakan internet sendiri,bikin account email sendiri (sambil deg-deg an sendiri), bikin FS ikut2an,,apalagi bikin FB,Twitter dan Foursquare..

karena saya adalah followers (sejauh ini),, maka saya pun mem-follow nilai-nilai yang dibawa dari orang2 yang saya ikuti,,

tapi ternyata oh ternyata,,

saya baru sadar Twitter dan Foursquare telah dialihfungsikan oleh penggunanya sendiri..

Twitter itu dengan kalimat manusia nya adalah,, sebuah tempat dimana kita bisa memberitahukan kepada orang secara luas tentang sesuatu yang layak mereka ketahui,,TAPI,, ternyata kenyataannya di Indonesia secara umum dan dikalangan teman-teman saya,, twitter menjadi tempat narsis,untuk mengumumkan segala hal yang akan dilakukan, sedang dilakukan, sudah dilakukan atau sedang dalam proses perumusan dan pertimbangan akankah hal itu sekiranya akan dilakukan..

it’s way……….different for the main reason right!!baru tau kah anda??saya pun baru tau!!!!*tapi keburu uda dipake narsis,,cih*

selanjutnya foursquare,,hitungannya sih social media yang satu ini masi baru di Indonesia tapi kalo diluat uda dirilis dari tahun kemaren jadi it’s not that new basically..

FYI, foursquare itu berbasis tempat yang bisa kita “check-in” kan via dunia maya..pada dasarnya sih,, four square dibuat supaya usernya bisa saling me rekomendasikan tentang tempat tersebut,, tempat nya bisa apa aja,,gedung kantor,kampus,masjid,restoran,rumah sakit atau apa aja..

dan di Indonesia (baca: dikalangan gue),,4sq di jadiin ajang pamer ketika selesai/sedang ngegaul di tempat yang lagi in-in nya,, dengan tambahan kalimat yang hedon abis..

yap,,karakter orang indonesia (baca: teman-teman saya),,dalam menggunakan social media ini memang agak norak, antik dan nyentrik..

yah semoga dengan sharing yang garing ini..kita,orang Indonesia (Baca: secara khusus saya) tersadar dan terangsang untuk tidak hanya melek social media,,tapi juga melek etika bersosialisasi di beragam media:D

lope lope oll!!

5 Alasan “basi…” Sebagai Alasan Lama Nggak Update BLOG (*uhuk uhuk*)

Posted by Nico | Posted in Rada Penting, Updates | Posted on 15-05-2010

2

Saya yakin…

Bukan.

Saya SANGAT yakin…

Bahwa dari sekian banyak blogger, pasti banyak yang pernah mengalami “Post Lag” sangaaaaatt lamaaaaaa…

Sungguh memalukan memang!

Seperti saya.

Iya kaaan?

Jangan khawatir. Menurut saya, Post Lag itu seperti jerawat. Semua blogger akan mengalaminya. Beberapa diantaranya sering kena (seperti *uhuk* kami) dan beberapa mampu menanggulanginya dengan cara yang tepat dan mampu kembali ke profesi blogger yang sejati.

Seandainya saya bisa begitu..

Nah, eniwei, Biasanya rekan-rekan blogger semua memilih alasan apa saat ditanyain “Kemana aja?” “Eh udah lama ngga ngeblog?” atau yang terparah mungkin.. “Blogger baru ya?” (Untuk pertanyaan terakhir ini jawaban saya jelas “IYA”)

Berdasarkan riset yang saya lakukan (terhadap *uhuk uhuk* diri saya sendiri), inilah 5 jawaban yang paling (tidak) klise untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu :


1. Sibuk

Inilah satu kata singkat yang ajaib untuk menjelaskan sedemikian banyak kemungkinan. Apakah itu sibuk kerja, sibuk jaga toko, sibuk bantuin nyokap, sibuk pindahan, sibuk menyelamatkan dunia dari alien pemakan tumbuhan, hingga sibuk belajar mengendalikan kekuatan super… Semuanya selalu tampak masuk akal bukan?

Sekali-kali coba deh, ketika bos bertanya: “Koq kerjaan kamu belum selesai?”
Jawab dengan mantap : “Lagi sibuk nge-Blog Pak”

You will be surprised.

2. Belum kejatuhan ide / wangsit / inspirasi

Mie pangsit tanpa terasi sih saya tau.

Tapi sayangnya kita bukan sedang membahas kuliner.
Omong-omong soal kuliner, udah pada mampir ke goorme ?

Well, seorang bijak pernah berkata :

Jika Anda menunggu ide yang luar biasa, baru melakukan perbuatan, Anda akan selalu terlambat. Sesuatu yang hebat, biasanya berawal dari ide-ide yang sederhana, namun dieksekusi dengan luar biasa”

Saking bijaknya orang itu, sampai saat ini saya tidak pernah ingat namanya.

Yang pasti dia bukan Mario Tega.

3. Ah, ngga ada juga yang baca koq”

Itulah yang terjadi pada blog ini.

Sungguh.

Ngga ada yang baca blog ini.

Anda mungkin satu-satunya orang yang berbaik hati membaca blog tidak penting ini karena kebetulan link nya saya sertakan di salah satu Tweet kepencet *Iya, saya juga sering punya masalah dengan touchpad koq*

Tapi saya dan beberapa penulis di blog ini akan berusaha terus posting. >insert janji gombal here<

Kenapaa?

Karena kami percaya akan hari depan yang lebih baik..
(
Mata berkaca-kaca, background:debur ombak)

4. Lagi males nulis, cobalah beberapa saat lagi.
(sambil ngeringin rambut gara-gara kesirem debur ombak di no. 3)

Pernah dong, pada suatu hari di kehidupan kita, mau mandi, males; mau kerja, males; bahkan mau ngangkat jari buat membersihkan sisa-sisa makanan di hidung (baca:upil) pun males.

Lah koq jadi curcol?

Kemalasan bisa ditanggulangi nggak sih sebenernya? Kalo ada yang tau jawabannya, tolong dong kirimkan kemari, disertai identitas lengkap dan Kartu Keluarga. (fotokopi Ijazah juga boleh sebagai pelengkap)

Tapi untunglah saya nggak pernah males nulis blog.

Anyway, udah aja ya? Alasannya sampe di sini aja ya? 4 aja udah cukup kan?
(siap-siap shutdown kompie)


5. Dilarang Istri atau Ortu atau Anak atau Agama atau Negara(?)

Mungkin ada pihak-pihak di luar sana yang tidak terima kritikan…

Mungkin ada sebagian orang yang tidak suka dibicarakan…

Mungkin ada Ormas-Ormas yang terlalu keras memperjuangkan sesuatu….

Mungkin ada yang bisa bikin banana cake yang lebih enak dari ini… Puh!! *melepeh kue yang super ga enak*

Tapi…

… Seharusnya tidak ada seorang pun yang melarang siapa pun untuk mengekspresikan perasaan maupun pikirannya. Terlebih melalui BLOG.

Jadi jangan takut..

Jangan menyerah…

dan

JANGAN PERNAH BELI BANANA CAKE DARI TOKO KUE INI!!!!


Ditulis pada suatu hari hujan di musim kemarau.

(Sekarang Anda tau kenapa kami jarang ngeblog)