Oke, ini random.
Tapi memilih pembantu ga pernah masuk kurikulum pendidikan manapun, jadi semoga saja postingan ini berguna buat para calon juragan. Haha.
Beberapa teman dan beberapa orang di angkot yg pembicaraannya terdengar kuping saya (oke saya memang tukang nguping) sering mengeluhkan masalah pembantu atau pramuwisma. Mereka mengalami masalah dengan kepercayaan terhadap pembantu. Ibu-ibu pekerja ini merasa tidak nyaman harus meninggalkan anak dan rumahnya di tangan orang yg asing bagi mereka. Ini sama halnya memberikan kepercayaan orang asing memiliki kuasa atas seluruh kepemilikan kita. Ugh, serem juga yah.
Ditambah lagi dengan kasus penculikan dan penganiayaan anak oleh sindikat tertentu yg memanfaatkan peran pembantu. Juga kasus perampokan rumah yang didalangi pembantu. Ehm, contohnya memang agak lebay, walaupun sebenernya kejadian tersebut ga banyak, mungkin Cuma satu dari 100.000 orang mengalami, tapi kejadian traumatis seperti itu bisa menimpa siapapun. Jadi, ada baiknya kita melihat-lihat beberapa alternative cara memilih pramuswisma 
Salah satu cara paling mudah adalah mengambil pramuwisma dari agen penyalur terkenal. Tapi tentunya harga yang dipatok mahal dan hal ini tidak menutup kemungkinan bagi pembantu melakukan hal-hal buruk di rumah tangga. Cara selanjutnya adalah mengenali karakter pembantu ideal dan mencari keberadaannya dimana. Serasa nyari jodoh ya.
Pramuswisma yg ideal itu: rajin, manut (nurut sama juragan) tapi juga inisiatif, jujur, pulang kampong ga kelamaan, bersihan, rapi, ga sadis sama anak, telaten, bisa masak, dan tentunya kalo bisa, mau dibayar murah. Kalo nemu yg begini, buat majikan cowo single, jangan ragu jadiin dia calon istri deh, ngerawatnya ga mahal, dan semua kebutuhan rumah tangga terlaksana. Nguk.
#TIPS 1: AMBIL PRAMUWISMA DARI KOTA KITA BERASAL
Satu hal yg paling susah dibangun antara majikan dan pembantu adalah kepercayaan. Makanya, langkah awal kita memilih pembantu adalah mencari orang yg bisa dipercaya. Kepercayaan itu factor psikologis dari dua pihak, jika kita memilih pembantu dari kota kita berasal dan kalau bisa bahkan kita kenal keluarganya dan tahu tepatnya dimana dia tinggal, serta memiliki hubungan baik dengan para tetangganya, kita seperti menitipkan rumah dan isinya pada orang yg benar-benar seperti tetangga; orang yg bisa kita percaya. Paling tidak kita tahu kemana harus mencari mereka jika ada masalah muncul, dan kedekatan kita dengan keluarga dan lingkungannya bisa membantu kita mendapatkan “respect” dari si pramuwisma, supaya dia tidak berani bertingkah aneh-aneh selama bekerja dengan kita. Sanksi moral seperti omongan tetangga, cibiran dari saudara adalah hal yg ditakuti pramuwisma jika saja dia melakukan tindakan yg menyalahi hukum selama bekerja dengan kita. Manfaatkan kedekatan kita dengan lingkungannya untuk melakukan control terhadap kinerjanya.
#TIPS 2: AMBIL 2 PRAMUWISMA JIKA MEMILIKI ANAK USIA BALITA
Pramuwisma juga manusia yg memiliki batasan fisik. Mengambil satu pramuwisma untuk mengurus semua urusan rumah tangga sambil merawat anak kecil bukan pilihan bijak. Anak usia di bawah lima tahun apalagi bayi membutuhkan perawatan khusus, dan perawat harus memiliki kesabaran ekstra. Jika hanya ada satu pembantu, dia akan terlalu lelah mengurus rumah, sehingga saat memegang anak kecil, batas kesabarannya menipis karna kelelahan. Ini salah satu alasan mengapa sering terjadi kekerasan terhadap anak kecil oleh pembantu; karena pembantu sudah terlalu lelah dgn tugas rumah tangga dan masih harus mengurus anak kecil yg butuh perhatian ekstra. Ibu rumah ta ngga mungkin dapat menjalani semuanya dengan lebih sabar karena semua yg diurusnya adalah miliknya, termasuk si anak. Dalam beberapa kasus, si pembantu (yg agak serakah) akan meminta majikan untuk menggandakan gajinya, namun semua urusan rumah tangga dan anak diurus olehnya. Sudah beberapa keluarga dekat melakukan hal ini dan anak yg diurusnya menjadi tidak terawat, serta si anak sering diperlakukan kasar.
#TIPS 3: MINTA REKOMENDASI DARI ORANG TUA
Bersyukurlah jika anda masih memiliki kampong halaman. Mintalah tolong pada orang tua atau kerabat dekat disana untuk mencarikan orang yg tepat yang benar-benar mereka kenal untuk menjadi pramuwisma kita. Mirip dengan tips pertama, kepercayaan akan lebih mudah dibangun jika kita tahu darimana dia berasal, dan bahwa orang tersebut sudah direkomendasikan oleh keluarga dekat kita.
#TIPS 4: AMBIL PRAMUWISMA DARI AGEN PENYALUR
Ini adalah tips terakhir dan paling umum dilakukan. Jika anda memilih untuk mengambil dari penyalur, pastikan anda tahu dimana dia berasal, siapa kerabatnya, dan apakah dia pernah terlibat dengan kasus mencurigakan atau tidak. Bukan bermaksud mendiskriminasikan orang-orang dengan latar belakang tertentu, namun saya pribadi pernah mengalami hal tidak mengenakkan dengan orang berlatar belakang kelam yg saya minta menjadi pramuwisma.
Semoga berguna