Kehebohan Tahun Baru: Catatan dari Seorang Tunawisma Sementara
Posted by The Observer | Posted in Sama Sekali Ga Penting | Posted on 30-12-2009
3
Well,,
Saya homeless saat menulis artikel ini. Kelimpungan di gedung kosong yang kalo pada jam kerja adalah gedung kantor saya, tapi kalo uda selese jam kerja entah jadi kantor makhluk apa…(ups..merinding…)
Laluuuuuuuu….. Apa hubungannya sama kehebohan tahun baru?
Well..You’ve got to read the whole things first.
Jadi hari ini seharusnya saya dijemput oleh sang pacar untuk menemaninya check sound di sebuah restaurant ternama di ancol (lebay? Not really..).. Karena besok adalah hari pergantian tahun yang membutuhkan musisi hebat macam pacar saya itu untuk memberikan lantunan saxophone yang sexi ke kuping pelanggan resto..
Namun demikian si pacar tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya karna beliau terjebak macet di tol cikarang (For Your Information, beliau dalam perjalanan solo-jakarta saat berencana menjemput saya sore ini). Dan saya harus bersabar karena keterlambatannya bukan salah dia sepenuhnya, tapi karena kesalahan BANYAK orang.
Mulai dari keputusan untuk membawa ponakannya yang adalah anak umur 8 bulan naek mobil nempuh perjalanan jauh (SOLO-JKT) yang akirnya bikin si anak kecapekan dan papanya maksa pacar saya sekeluarga untuk transit di kota sebelum Bandung hingga akirnya mereka sekeluarga terjebak macet di tol cikampek ampe cikarang karna banyak orang mau merayakan tahun baru di ibukota.
Hoshhh… Tarik napas..
Ironisnya banyak orang Jakarta yang berbondong-bondong ke Bandung untuk merayakan tahun baru disana…
Ahh..dunia… seperti kata pepatah..”pacar tetangga selalu lebih ganteng”. Nyeh..Dan sekarang sebagai efek samping dari keputusan yang kurang bijaksana ini adalah saya terkatung-katung dan terlunta-lunta di gedung kosong ini dan harus rela diusir jam 7 malam nanti. Kenapa saya ga pulang saja? Karena kunci apartemen saya dibawa oleh adik saya (yang saat ini melancong ke Jakarta dari Surabaya dalam rangka liburan) yang tiba-tiba pergi meninggalkan saya ke bogor sama mami saya. What a life…uda macem teenlit aja kisah saya sampe sini.
Jadi saya menunggu dijemput pacar saya itu. DENGAN SABAR.
Ups..
Tiba-tiba si office girl mendatangi saya dan dengan halus mengusir saya. Uh oh… tunggu,,saya akan lanjutkan tulisan ini saat saya menemukan tempat berteduh dari hujan ibukota…
……tsk…tsk..tsk…
Akhirnya saya sekarang berada di resto tempat pacar saya harus check sound itu — setelah melewati jalanan hujan yang ternyata TIDAK macet. Ajaib bukan? Jakarta hujan di jam pulang kantor dan jalanan lengang. This is what I call the Holiday’s Miracle. It usually can only been seen in such a big city like Jakarta, where everybody’s keep on trying to run away from its boredom routine each time they can find a ‘perfect excuse’ such as holiday.
Jadi SETIAP kali ada long week end, kota besar di Indonesia akan mengalami ‘pertukaran penduduk’ instead of ‘pertukaran pelajar’. Orang Jakarta akan pindah ke Bandung, Bali, atau mungkin Bangkok demi sebuah perayaan yang membebaskan diri mereka dari rutinitas membosankan, sedangkan sebagian orang Bandung, Bali, maupun Thailand (seperti Tata Young) mungkin akan pergi ke Jakarta dan mencicip rasanya bertahun baru disini.
Heboh? For sure darla. That’s why I’m writing this note.
Human can never get enough, it’s their nature,. Makanya saya ga bisa menyalahkan siapapun atas kehebohan yang terjadi tiap long-weekend ato tiap malem tahun baru dengan segala ‘citizens exchange’ phenomenon itu.
Bahkan somehow, saya yang walaupun malam ini sedikit menderita karena fenomena itu bisa bersyukur, karena artinya akan ada tambahan warga dari luar kota Jakarta yang mengisi kekosongan ‘space’ warga Jakarta yang berlibur ke kota lain (umm..hopefully they come to this restaurant by time they have to celebrate the new year’s eve)
Ohohohoho….
Saya bukan marketer maupun simpatisan resto itu , tapi saya harap banyak orang datang kesana karna saya mau pacar saya makin tenar… Uch..
So….cukuplah dulu tentang kehebohan dan fenomena pertukaran penduduk yang membuat saya terinspirasi menulis lagi… Saya mau menikmati alunan sexi saxophone pacar saya.
Selamat Tahun Baru semua! Enjoy your night!
*oh ya saya baru sadar… adek saya adalah salah satu dari para pelaksana exchange phenomenon ini..


*Tunjuk Tangan Setinggi Tingginyaaa!!*
huff.., guess then i am one of those small minority yang tidak melakukan pertukaran penduduk itu..
since live in J-town, holiday in J-town, and even yaayy.., celebrating the New Year Eve in J-town with my little cutey man (while my big cutey man is in search of a handfull of diamonds and plenty future for us.. )
yupp..
Happy New Year!
nen guten Schrutch fuer alle!
hahaha nasibmu nak!
btw happy new year ya!
@ mbak prita: enjoy the night with your lil-but big guy..
@ christin: iyah..nasib saya saat itu bikin saya tercabik antara mau ngamuk (karna homeless dan kemacetan yang bikin pacar telat) ato bersyukur (karna akan ada banyak orang yg nonton pacar saya maen)..
enyeh…