Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

Reconnect in Facebook… Really?

Posted by Nico | Posted in Rada Penting | Posted on 04-11-2009

Tags: , ,

5

Terinspirasi dari sini

Semenjak tampilan Facebook berubah baru, saya semakin jarang ngeblog. No, ini bukan mencari-cari-alasan-gara-gara-kekurangan-ide semacam itu. Tapi dikarenakan terlalu sering mengikuti suggestion dari Facebook.

Buat yang belum paham, kolom “Suggestions” terletak di sebelah kanan halaman Facebook Anda yang intinya kira-kira adalah untuk meng-engage user-user yang nggak socially updated (baca: kurang aktif). Nggak, saya nggak nyindir siapa-siapa koq….

fb01

Buat para facebookers yang terbilang aktif, Suggestions ini mungkin akan terlihat ‘agak’ meremehkan. Kira-kira salah satunya adalah untuk mengajak kita menambahkan teman-teman baru yang sebagian besar temannya adalah teman-teman atau temannya teman kita (okay, that’s too much ‘teman’ for a sentence), lalu menyarankan kita untuk menulis sesuatu di wall nya, poke teman-teman kita, n so on.

Sejauh ini, setelah mencoba ini dan itu, saya secara pribadi menggap fitur ini konyol, dan berikut ini adalah alasan-alasannya :

1. Jangan coba-coba menyarankan teman yang tidak Anda kenal betul.

From : Nico

Cuy, nih temen gue, May. Dia baru di FB, cute kan? Lo add deh sapa tau cocok.

From : Cuy

Ok Nic, Thanks. Gue add.

..Beberapa hari kemudian..

From : Cuy

Nic, gue gak nyangka elo ngejerumusin gue segitunya. Koq Lo gak bilang-bilang kalo dia itu abis operasi ganti kelamin? OMFG! Gue ampir mau ‘get serious’ with her/him man!! F u very much!

At least gue tau selera bertemen elo sekarang *remove*

Well Cuy, my friend, please don’t get serious too quick.

And May, lo utang banyak penjelasan ke puluhan cowok-cowok yang bilang “Thanks for friend approval” di Wall elo!


2. Mari turut menjadikan Facebook lebih baik baginya…??

fb03

Okay, first, Mark Zuckerberg sudah mengeluarkan Jutaan US$ untuk menggaji mereka yang sangat kompeten di bidangnya untuk “..menjadikan Facebook lebih baik” bagi semua orang. Yep, he really already did!

Kedua, bagaimana mengirimkan pesan untuk orang tersebut, sehingga membuat Facebook lebih baik untuknya? Is it like this :

Dude,

Pa kabar? Eh setelah gue liat-liat dengan segenap hati n perasaan, gue akhirnya memilih foto elu yang (Bla Bla) itu. Menurut gue di foto itu lu terlihat macho, tapi tetap nggak menghilangkan pancaran kasih sayang diri lo yang tulus.

Gue berharap, lo bersedia ngejadiin pilihan gue itu sebagai profile picture. Itu akan berarti banget buat gue dan Facebook akan menjadi lebih baik buat lo.

Xixixixi

Nico

Now that sounds sooo gay isn’t it? Dan saya tidak akan pernah menulis “xixixixi”. Berdasarkan tingkat ke-alay-an, xixixi itu posisi paling alay ke 2. Posisi pertama untuk ketawa ala alay jatuh pada wkwkwkwkwk. Yang sampe sekarang nggak saya pahami cara bacanya.

Nggak semua orang merasa hidupnya jadi lebih baik setelah era Facebook. Let’s face it.


3. Jalin Hubungan Kembali dengannya, Colek dia

fb02

Hah? Stephen is a BOY! You want me to Colek him??? Seriously??

English : Reconnect with him, poke him

Indonesia : Jalin Hubungan Kembali dengannya, Colek dia

Hmm..? Indeed some sentences are awkward when translated into Bahasa… secara per kata. Kenapa nggak “Buat dia tidak melupakanmu, toyor jidatnya”. Lebih halus kan? Xixixi.

Dear FB, ada beberapa kemungkinan kami memilih untuk tidak berhubungan kembali dengan sebagian orang, block semua update-nya dan membiarkan mereka menempati kolom terbawah dalam friend list dengan kategori “Do Not Touch”.

A. Mereka psycho;

B. Pacar mereka psycho;

C. Mereka dan kami punya masa lalu kelam, mereka memutuskan untuk melupakannya, tapi kami belum.;

D. Semua jawaban benar

Dan untuk tipe propichunter seperti saya (propichunter : berburu teman di FB berdasarkan profile picture nya – menyedihkan emang), mereka bahkan tidak mengenal saya. Kira-kira apa yang akan terjadi jika Anda mencolek orang yang tidak Anda kenal?

KARATE CHOPP!! *benjol*


4. Anda belum bicara dengannya di facebook

fb04

Sejauh ini, fitur chat di fb saya gunakan untuk dan hanya untuk… kenalan for the 1st time. Atau sekadar say hi ke orang-orang yang sempet saya kenal waktu masih muda (ceileh.. sekarang udah kepala 6 Opa?). Jadi, fitur chat memang … sadly but true… buat saya rada useless ada di FB. Udah gitu sering error lagi.

Selain itu, mereka yang masuk di kategori “Do Not Touch” (baca nomor 3) juga bukanlah deretan orang yang akan kami ajak chatting sampai sekitar… selamanya. Faktor YM, MSN, BBM, juga sederetan chat engine lainnya juga menjadi faktor ‘ketidakramahan’ kami melalui FB chat.

Well, Facebook, terima kasih atas fitur chatnya. Tapi kami sudah kenyang.

*buang ke tong sampah*


5. Bayangkan jika *Kamu* yang berada di kotak Suggestion itu

Nico
Kamu belum mengomentari potongan rambut barunya.
Tulis pendapatmu di Dinding rumahnya

Atau

Cuy
Dia telah kehabisan krim cukur.
Beri saran bagaimana Facebook bisa menjadi lebih baik… untuk jenggotnya.

Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana FB yang tadinya adalah fasilitator sosial yang ramah untuk berbagi, dalam sekejap berubah menjadi Ibu-ibu overprotektif yang panik jika anaknya adalah nerd tanpa niat bergaul dengan siapa pun.

Relax Mom… I’m only Nerd in the REAL WORLD.

Comments (5)

juara ni postingan…bikin orang gedheg…sempet amat ni bocah masukin gambarnya atu2…salut…

Love your blog! I trully do! LOL!

OMG…. O__O bener banget… *bukmark*

this is briliant.. LOL
memang agak absurd sih fitur facebook yang disebut” diatas…dan saya pun gak pernah mau *baca: gak akan mau* menuruti suggestion” yg absurd itu…
nice post :)

Good Blog… Pemikiran yang bagus..

Write a comment