Merdeka dari Penjara SARA…
Posted by The Observer | Posted in PALING PENTING! | Posted on 17-08-2009
Tags: acceptance, bhineka tunggal ika, merdeka
6
Akhirnya…hasrat ingin menorehkan jejak pada tanggal 17 Agustus ternyata berbuah hasil, walaupun ga gampang melewati cobaan menulis kali ini…
Jadi begini,
Malam menjelang tanggal 17 Agustus 2009, seorang teman menyuarakan pandapatnya melalui status update Facebook demikian:
“Masih relevan ga sih kita tereak tereak MERDEKA,MERDEKA di 17-an masa sekarang??”
Nah loh..karna waktu itu gw harus segera menjemput mami saya di apartemen, jadi cuma sempet pencet tombol “like” aja di statusnya. Niatnya si mau comment trus skalian minta ijin bikin notes tentang itu. gw putuskan malemnya aja untuk bkin tulisan itu sepulang dari apartemen. Dan ternyata….gw keduluan saudara…!
Seorang teman SUDAH bikin notes tentang itu duluan dan temanya SAMA…
Ea…~
Semangat menulis mulai hilang….luntur…
Ihiks..
Jadi sbenernya waktu temen gw ini updates status ini, gw tiba2 jadi keinget status update temen gw yang lain yang berhubungan ama status temen gw yang pertama. Jadi beberapa hari yang lalu dia bilang gini di status dia:
”Itu Take Him Out bisa milih si Choky Sitohangnya gak ??? kalo bisa maybe gw mau daftar”
Trus tiba2 nongol lah satu comment dari temennya temen gw ini yang bikin gw naik darah
“Sama tiko mau?”
Wow… entah kenapa gw sakit ati banget dan merasa orang yang kasi comment macem gini tu ga bisa banget didiemin gitu aja. Berniat ngebales, tapi tar gw sama aja levelnya ama orang macem itu. Ga de. Makasi.
Oiya, buat yang ga ngerti, tiko itu sebutan kasar dari suku tionghoa untuk menyebut kaum pribumi. Mungkin ini dia yang dirasain sama orang-orang dari suku tiongoha waktu mereka dipanggil dengan julukan (maaf) Cina. Atau orang-orang dari suku ambon waktu mereka dijuluki (maaf) Ambon. Sangat ga nyaman.
Uda 64 taon alias 23360 hari sejak kita harusnya uda terbebas dari penjajahan ideologis dan system politik Belanda yang meng”kasta” kan ras manusia di Indonesia. Tapi TERNYATA masi ada manusia dengan tingkat pendidikan yang menurut gw lumayan tinggi, dan SEHARUSNYA paham tentang konsep BHINEKA TUNGGAL IKA yang bilang hal macem itu.
Bukan berarti orang-orang dari suku pribumi ga punya sebutan kasar untuk masing-masing suku lain, tapi kejadian inilah yang bener-bener ngebuka mata gw dan bikin gw semangat nulis untuk menyuarakan pendapat gw tentang perbedaan budaya…(yeah..!)
Seorang dosen intercultural communication yang gw anggep jenius dan punya konsep berpikir yang menurut gw agak ajaib sering ngajarin kita tentang fungsi acceptance dalam intercultural learning. Sering beliau bilang:
“Stating we are all equal and al the same is nonsense. We are different. And we have to accept the differences due to learning other’s culture. Acceptance is the key to understanding culture, by understanding culture we are very close to the peace.”
Awesome… kita MEMANG berbeda, tapi bukan berarti kita berhak membeda-bedakan dengan cara pandang dan stereotype kita masing-masing. Bukan berarti kita berhak mengklasifikasikan ras atau suku kita (secara keseluruhan) lebih unggul dari suku lain. LET’S STOP THOSE HABITS!
Zamannya chauvinism yang berujung ke genoside uda lewat cuy..! Liat dong kiprah pemuda-pemudi lain di sekitar kita yang jadi aktivis Indonesia Unite, Merah Putih, dll. Mereka bersatu dalam melodi…! eh..kok?hehe..uda mule ngelantur… Mari buang jauh-jauh kebiasaan memecah belah bangsa sendiri…hokeee??
Singkat cerita, merujuk pada quotes pertama (ceilah..),
“Masih relevan ga sih kita tereak tereak MERDEKA,MERDEKA di 17-an masa sekarang??”
Maka jawaban gw, masih. Karena kita masih harus berjuang dan terus mengobarkan semangat untuk memerdekakan diri dari pengkotak-kotakan SARA dengan terus nyebutin merdeka..! Biar mereka semua yang seolah-olah mengerti tentang persatuan dan kesatuan secara teori bisa bener-bener apply itu di kehidupan nyata mereka dan biar mereka inget, nenek moyang kita berjuang bersama ampe meninggal dunia TANPA “merasa” lebih berjasa daripada yang lain atau “merasa” lebih baik dari yang lain.
Salam Merdeka!

