Featured Posts

Hash 002 : #Plot Cerita Fiksi by @WindyAriestanty Tertarik dengan pembuatan cerita fiksi? Windy Ariestanty, Editor GagasMedia, penulis Shit Happens, pagi ini berbagi tentang penulisan #Plot. Ikuti ceritanya berikut ini : Selamat pagi semua! Pagi...

Read more

Akhirnya Datang Juga Growing up is sucks. That's what I thought when I was 14, Pikiran itu muncul ketika menyaksikan lelahnya Ayah bekerja mencari nafkah, dan Ibu yang pontang-panting mengurus rumah tangga, Pak Harun,...

Read more

Conversation? What Conversation? Conversation? What Conversation? Okay, here are the facts: 90% lebih pembaca blogpost ini, akan berasal dari link yang saya post di Twitter. So, I'm assuming 90% lebih pembaca pasti sudah mengenal,...

Read more

#001 Intweetview : @Pitra Satvika a.k.a. @Anakcerdas... Pitra Satvika atau yang dulu kita kenal di jagat twitter dengan id @anakcerdas adalah salah satu orang yang berjasa mempopulerkan twitter ke Indonesia dan menjadi influencer munculnya beragam conversation...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya. Atas...

Read more

Hongkong Under Koper

Posted by Nico | Posted in Sama Sekali Ga Penting | Posted on 24-08-2009

Tags: , ,

5

TKP (Tempat Kejadian Penukaran)

TKP (Tempat Kejadian Penukaran)

Setelah sekian lamanya ndeso, ceritanya minggu kemarin saya berkesempatan mengunjungi kampung halaman leluhur di negara tirai bambu..

Pesawat Garuda Indonesia tipe baru dengan selamat dan sukses memindahkan saya ke kerajaan sumpit tersebut dalam 4 setengah jam. (mungkin kedengeran ndeso banget, tapi seumur umur baru kali ini naik pesawat yang ada monitor di setiap tempat duduknya… Cihuy dah..). Satu2nya yang mengurangi keasyikan terbang kali itu cuma makanannya yang kurang nyangkut di leher.

… Maklum lidah warteg…

Waktu menunjukkan pukul 2 WIB (atau jam 3 waktu Hongkong)

dan wajah saya menunjukkan raut wajah ndeso ketika kami tiba di HK bersama rombongan TKW yang kebingungan (sama koq Mbak, saya juga baru pertama kalinya, jadi pelan2 aja yah masuknya.. Lho? Koq kedengerannya jadi cabul gini?)

…Tapi tentu aja, ndeso pun harus tetep profesional. (dan ganteng, tentunya). Jadi ketika salah satu TKW bertanya “nanti tinggal di mana Mas?”, dengan bangganya saya bilang “Shaolin”.

Dia mengernyitkan dahi, antara ga ngerti, ga percaya, atau bau mulut saya emang lagi dahsyat-dahsyatnya.

(NB : Shaolin adalah perguruan kungfu yang ngetop di China, bukan nama hotel. saya jawab itu soalnya ga tau nama tempat lain yg kedengeran keren… Jelas saya nggak ke sono)

… Emangnya mo jadi Jet Lee? Ogah! Ntar rambut yang indah ini harus dibuang (sambil mengibaskan poni ala gadis sunsilk)

Mau tau kesan pertama yang saya dapatkan begitu tiba di Hongkong? Toiletnya GUEDEE! Yah u know lah, segala hal harus diawali dan diakhiri oleh… Toilet.

Ga percaya?

Mau meeting? .. Ke toilet dulu pipis n rapiin dasi

Selesai meeting? .. Ke toilet lagi rapiin celana (loh meeting apaan tadi?)

Mau makan? .. Ke toilet dulu cuci tangan

Selesai makan? .. Ke toilet lagi bongkar muatan

Mau tidur? .. Ke toilet dulu numpang ngeflush

Bangun tidur? .. Ke toilet lagi ngeflush lagi.

Jadi wajar donk, kalo 1st impression datangnya dari toilet? Impresi kedua, datang dari supir angkutan yang kami tumpangi menuju perbatasan Hongkong-China.

Yang ternyata Galak..

Hehehe, ngga peduli dikau turis, pebisnis gede, ataupun anak gubernur.. Di sini ikuti aturan sini. kebetulan satu mobil dengan saya adalah orang Indonesia yang ngobrol2 dengan suara cukup maksimal. Alhasil dibentak lah kami. (yup, kami, karena saya ikutan nimbrung in the end)

Akhirnya kira2 jam 5 sore kami tiba di hotel di daerah Shen Zhen. Provinsi Guang Dong, salah satu daerah yang paling maju di daratan China. Sampai saat menulis tulisan ini, saya masih menginap di sana. Apa nama hotelnya? Ngga tau, ga bisa baca tulisan dewa. ;p

Lalu sadarlah saya, telah membuat kesalahan besar di hari naas itu…

Koper saya TERTUKAR!!!!

Gile ini koper bentuk n warnanya sama persis, satu pesawat lagi sama koperku. Tapi begitu dicek isinya… Lha koq ada pembalut segala? (sempet ngecek jenis kelamin sebentar saat itu)

Okay genius… Now what?

Dengan panik, saya terbang kembali ke Hongkong, ambil kembali koper saya, terbang ke Beijing, nganterin koper yang ketuker, makan malam. Kemudian terbang lagi ke Shen Zhen dan langsung mandi… Trus bobo.

Ya cuma abis duit kira2 800 Yuan (sekitar 1,2 juta) lah. Besoknya di Hongkong International Airport sudah terpampang seperti ini :

WANTED!

WANTED!

… Tapi untungnya cerita ketinggalan koper di China nggak perlu serumit dan semahal itu. (Dan yang di Foto itu bukan Mbah Surip!)

Berkat kesigapan tim Garuda Indonesia, koper saya yang 95% berisi barang2 ga penting itu berhasil ditemukan. Berhubung sudah ngga sempet lagi balik ke hongkong untuk mengambil koper itu(dan ga mau buang2 duit) akhirnya diputuskan bahwa dia terpaksa dirawat inap di imigrasi Hongkong sampai batas waktu yg tidak ditentukan.

Eh nggak ding, sampai saya balik Indo lagi dong. Alhasil malam itu diisi dengan belanja baju backup, celana backup dan tentu aja.. Kolor backup.

What a wonderful day.

Pertama kalinya saya ke China, dan kenangan di malam yang pertama adalah membeli kolor calvin klein pake bahasa isyarat. Paling ribet waktu spg nya nanya ukuran, gimana ya ngedeskripsiinnya? “Segini loh mbak…” Dia manggut2. Wah kl ntar tiba2 napsu bahaya dong? (..buat dia)

Inilah bukti pentingnya belajar bahasa Mandarin sejak kecil. Ni pu ce tau se ma se hou se’ cung ni te ‘Kolor’ (U never know when you lose your kolor).

Untunglah tujuan perjalanan nggak jadi sia-sia hanya gara-gara insiden gak penting ini. Sukses!!

(…bersambung)