Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

Kepada Pemilik Kehidupan

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 03-02-2012

Tags:

0

Kepada Sang Pemilik Semesta,

Yang kami sembah dalam berbagai nama.

Kapan terakhir kali Anda menyimak dunia?

Untuk menyaksikan perkara-perkara yang terjadi di dalamnya,

Atau sekadar jalan-jalan menikmati keindahan yang  masih tersisa.

Tidak ada yang di luar rencana, ya?

Yang harusnya terjadi, memang terjadi

Yang belum terjadi akan tetap menjadi misteri

Seperti Cinta.

Itu buatanmu, atau buatan manusia?

Yang pasti intepretasinya selalu berbeda-beda,

Bahkan sebagian ada yang menamakannya Agama.

Hadiah Ulang Tahun

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 31-01-2012

Tags: ,

0

Selamat memasuki usia kepala 3, Yannie.

Semoga semuanya menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.

Aku juga mendoakan yang terbaik bagi putri kesayanganmu, Regina.

Setelah 7 tahun kita tidak bertemu, pasti kamu sudah lupa banyak hal tentangku.

Aku baik-baik saja, Yan.

Masih mencoba mengarungi dunia dengan semangat yang sama,

Beberapa kali menemukan tempat berlabuh yang penuh kenangan,

Hingga akhirnya kembali berangkat mengejar angan-angan.

Aku masih sama naifnya seperti ketika dulu kamu menemukanku dalam kesendirian.

Masih gampang tertawa dan terharu atas hal-hal sederhana.

Masih gemar berdebat dalam canda, dan terlalu santai ketika (harusnya) serius.

Terakhir

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 23-01-2012

Tags:

0

Istriku,

Surat ini kutulis untukmu di masa lalu.

Sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ke-50.

Terima kasih, untuk semua yang telah kita lewati bersama.

Untuk semua derai tawa,

Saat akhirnya kita mampu memiliki sebuah rumah.

Saat anak-anak kita lulus kuliah.

Dan saat si bungsu akhirnya berumah tangga.

Untuk semua penghiburanmu,

Ketika kita berkabung atas kehilangan orang-orang terdekatku.

Ketika aku jatuh sakit, diobati, hingga kembali sembuh,

Dan untuk tetap berada di sisiku, sekalipun masa jayaku telah berlalu.

Aku sungguh bersyukur, Yang Mahakuasa mempertemukan kita berdua,

Untuk menjalin kisah, dalam bahagia maupun derita.

Kini lima puluh tahun sudah,

Dirimu yang pertama setiap aku membuka mata.

Buat @ChristyChibi

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 21-01-2012

Tags:

1

Hai Christy,

Kalo lagi nggak ada show bersama para Chibi,

Boleh baca surat ini sambil latihan nyanyi

Paling cepat atau lambat kamu bakal geli sendiri

Yang nulis aja dari tadi udah berhenti

dan mengulang beberapa kali.

Jadi begini,

Apakah kamu suka roti?

(Maksudnya mau basa basi)

(Maklum ga biasa ngobrol sama artis, jadi grogi)

Flawless

Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 21-01-2012

Tags:

0

Cella,

Apa kabar?

Papi, Mami, Michael, semuanya sehat kah? Oh iya, sampaikan ucapan selamatku buat Michael ya.. Selamat menempuh hidup baru dan semoga kebahagiaan senantiasa menyertainya. Sekaligus aku pun mohon maaf karena tidak bisa hadir di pernikahannya kemarin.

Kamu pasti bisa menebak pertanyaanku selanjutnya.

Tapi aku tidak akan menanyakannya. Karena suatu saat di masa lalu, kita pernah berdiskusi mengenai jawaban atas pertanyaan itu. Saat kita masih bersama.

Tiga setengah tahun bukanlah waktu yang singkat.

Pernah ada masa dimana kita bahagia bersama, berbagi cerita, dan berdebat tentang hal yang berbeda. Kamu pasti tahu, bahwa saat itu aku berpikir bahwa denganmu lah, akan kuhabiskan sisa hidup.

Ketika akhirnya kisah kita harus berakhir, aku pun percaya bahwa kamu akan mendapatkan kekasih yang lebih baik dariku. Apakah kamu telah menemukannya? Jika belum, mungkin belum ada yang mampu memahamimu, sedalam aku.

Dan aku akan dengan senang hati mengenalkanmu pada orang-orang yang juga mungkin akan memahamimu, seandainya saja aku dulu bukan kekasihmu.