Featured Posts

#365smiles Project Satu kalimat yang paling pantas untuk mengawali artikel ini tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah ucapan "HAPPY NEW YEAR 2011" Sebuah awal baru untuk mengawali serangkaian kisah indah,...

Read more

Mencuci itu Perlu Gara-gara tadi pagi ngetweet bahwa buat gue Mencuci itu sama dengan Meditasi, jadinya malah ketemu beberapa filosofi tentang mencuci dan pakaian yang bisa diterapkan dalam suatu hubungan. Jarang-jarang...

Read more

Makin Banyak Persoalan = Makin Banyak Jawaban? [caption id="attachment_227" align="aligncenter" width="280" caption="taken from www.thisnext.com "][/caption] “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Buat generasi yang tumbuh di era...

Read more

Mari Menyumbang Tiga bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan belakangan ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan peduli sebagai sesama manusia. Tim Lampu Biru mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya...

Read more

Keragaman Perayaan Siapa yang 10-10-10 kemarin dapet undangan pernikahan lebih dari satu? Ngacung! Mbok ya saya dibagi gitu.. Soalnya saya satu pun ndak dapet. :( *nangis* Kemungkinannya ada dua sih : Rata-rata...

Read more

Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono

Posted by Nico | Posted in Rame Rame | Posted on 15-10-2010

Tags: , ,

0

Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya.

Atas izin Beliau, inilah Pak @Subiakto dengan sharing tentang #Copywriting :

Bangsa Indonesia adalah bangsa visual. Sejak dulu pantun ataupun parikan selalu diawali dgn menulis visual #copywriting

Dengan menyebut ‘gambar’nya, orang lain sudah tahu artinya. Misal: “Kalau ada sumur diladang, boleh kita menumpang mandi” #copywriting

Atau “Berakit-rakit kehulu, berenang2 ke tepian”. ‘Visual’ mewakili pesan sebenarnya. Ini adalah komunikasi Indonesia. Santun! #copywriting

Apakah itu (disebut) pendekatan ‘Asosiasi’? Bukan. Asosiasi terlalu riskan untuk komunikasi. Tapi (ini disebut) bahasa simbol. Bangsa Indonesia suka simbol-simbol #copywriting

Karena itu bahasa yang ‘langsung’ atau istilah kerennya ‘hardsell‘ akan terasa vulgar. (Kultur) Barat tidak mengenal komunikasi santun #copywriting

Bahasa santun adalah bahasa yang mengena di hati Rakyat Indonesia. Saat tidak ada kata yang tepat, sering kita mengubah intonasi agar dirasa sopan #copywriting

Karena itu sebelum menulis, ciptakan sebuah visual untuk ditulis. Istilah Mas @budiman_hakim manfaatkan pengalaman emosi untuk sebuah ide. #copywriting

Humor dalam #copywriting adalah tingkat tertinggi penulisan copy. Karena mampu mempermainkan ekspektasi khalayak dengan suprise2 kecil.

Mas @budiman_hakim menggunakan ‘plesedan‘ sebagai salah satu sumber ide penulisan naskah iklan. Sangat hidup karena permainan emosi #copywriting

Saya pun banyak menggunakannya. Contohnya (lewat) slogan “Kalau sudah duduk lupa berdiri” adalah salah satunya #copywriting

Atau “Nyamuk sini cuma takut Tiga Roda”. Atau “Ini Biangnya, buat apa botolnya”. Atau “TV Eropa harga Jepang” dan banyak lagi #copywriting

Banyak juga yang bukan ciptaan saya menggunakan pendekatan itu. Misalnya “Gak ada loe gak rame” atau “How low can you go” #copywriting

Misalnya “Kopiko, gantinya ngopi” atau “Satu lagi dari Mayora”. Memiliki arti tangible dan intangible. Selamat menulis. #copywriting

Semoga bermanfaat.. Enjoy! :) Jangan lupa follow Twitternya jika tertarik lebih jauh mengenai dunia Advertising.