Hash 001 : #Copywriting by @Subiakto Priosoedarsono
Posted by Nico | Posted in Rame Rame | Posted on 15-10-2010
Tags: Indonesia, media, menulis
0
Untuk kesempatan kali ini, Lampu Biru menampilkan catatan seputar area #copywriting di dunia advertising yang disampaikan oleh Bapak @Subiakto, Presiden Direktur Hotline Advertising melalui account Twitternya.
Atas izin Beliau, inilah Pak @Subiakto dengan sharing tentang #Copywriting :
Bangsa Indonesia adalah bangsa visual. Sejak dulu pantun ataupun parikan selalu diawali dgn menulis visual #copywriting
Dengan menyebut ‘gambar’nya, orang lain sudah tahu artinya. Misal: “Kalau ada sumur diladang, boleh kita menumpang mandi” #copywriting
Atau “Berakit-rakit kehulu, berenang2 ke tepian”. ‘Visual’ mewakili pesan sebenarnya. Ini adalah komunikasi Indonesia. Santun! #copywriting
Apakah itu (disebut) pendekatan ‘Asosiasi’? Bukan. Asosiasi terlalu riskan untuk komunikasi. Tapi (ini disebut) bahasa simbol. Bangsa Indonesia suka simbol-simbol #copywriting
Karena itu bahasa yang ‘langsung’ atau istilah kerennya ‘hardsell‘ akan terasa vulgar. (Kultur) Barat tidak mengenal komunikasi santun #copywriting
Bahasa santun adalah bahasa yang mengena di hati Rakyat Indonesia. Saat tidak ada kata yang tepat, sering kita mengubah intonasi agar dirasa sopan #copywriting
Karena itu sebelum menulis, ciptakan sebuah visual untuk ditulis. Istilah Mas @budiman_hakim manfaatkan pengalaman emosi untuk sebuah ide. #copywriting
Humor dalam #copywriting adalah tingkat tertinggi penulisan copy. Karena mampu mempermainkan ekspektasi khalayak dengan suprise2 kecil.
Mas @budiman_hakim menggunakan ‘plesedan‘ sebagai salah satu sumber ide penulisan naskah iklan. Sangat hidup karena permainan emosi #copywriting
Saya pun banyak menggunakannya. Contohnya (lewat) slogan “Kalau sudah duduk lupa berdiri” adalah salah satunya #copywriting
Atau “Nyamuk sini cuma takut Tiga Roda”. Atau “Ini Biangnya, buat apa botolnya”. Atau “TV Eropa harga Jepang” dan banyak lagi #copywriting
Banyak juga yang bukan ciptaan saya menggunakan pendekatan itu. Misalnya “Gak ada loe gak rame” atau “How low can you go” #copywriting
Misalnya “Kopiko, gantinya ngopi” atau “Satu lagi dari Mayora”. Memiliki arti tangible dan intangible. Selamat menulis. #copywriting
Semoga bermanfaat.. Enjoy!
Jangan lupa follow Twitternya jika tertarik lebih jauh mengenai dunia Advertising.

