Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 25-01-2012
0
Hanya lewat tujuh nada sederhana,
Mampu kau olah menjadi irama yang indah
Ternyata seperti inilah rasanya,
Ketika hati disentuh melalui telinga
Saat suaramu sudah mengeluarkan pesonanya
Tangisan dapat berubah menjadi derai tawa
Dan hening akan berganti menjadi sukacita.
Tambahkan alunan musik untuk menghangatkan suasana,
Lengkaplah sudah sihir merdu yang kau cipta.
Cukup.
Melukis lewat kata-katanya harus berhenti sampai di sini
Karena keindahan suaramu memang hanya bisa dinikmati secara pribadi
Sambil memejamkan mata dan menajamkan hati
Itulah yang akan kulakukan sebentar lagi
Beristirahat.
dan membiarkan suaramu menguasaiku dalam mimpi.
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 18-01-2012
0
Lisa,
Kisah kita pasti jadi bahan tertawaan anak-anak zaman sekarang.
Padahal kita sama sekali belum tua,
… atau memang sebenarnya iya namun kita tidak akan pernah mengakuinya?
Kamu pasti sedang ketawa kan?
Kalo kamu lagi ketawa, aku ngga pernah bisa ngebedain sebenernya kamu lagi merem atau melek.
Entah memang matamu yang terlalu tipis, atau pipimu yang terlalu tebal.
…
Tuh kan kamu malah tambah ketawa!
Baiklah,
Aku akan memberimu beberapa menit untuk tertawa,
Jika sudah, bersandar di bahuku seperti biasa ya.
Aku mau bercerita.
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 17-01-2012
0
Dear Ms. M,
Have you ever wonder how would it be if we ended up together? Would our relationship be happy and longlasting? Or would we let it ended up in sorrow?
I guess we’ll never knew..
Because we never had the chance to do it.
Do you remember that noon in the ATM machine after our very first class ten years ago? When I awkwardly ask you whether or not you were in my class? You know, when you took my hand and says your name, that might be one of the happiest moment I ever recall in my life.
The next day, you took a seat infront of me, but I’m to shy to talk to you during the class. I feel so stupid, and I’m sorry if that made you feel like I don’t seriously wanna know you. The truth is, I do really wanna talk with you and spend the whole day with you, I just get really nervous that time and it really scares me that any of my acts will only end in embarrasment for us.
The chance for us to chat and share up our point of view finally came up when I found out where you live, accidentally when I accompany one of my friends to meet his crush. It’s funny how the universe is acting up, right?
Later, I always tried to pass through your place whenever I came back after class. Just to see if you somehow look out through the window and find me smiling stupidly while still having no courage to pay you a visit..
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 16-01-2012
0
Untuk kamu yang membaca tulisan ini, dan berharap tulisan ini untukmu,
…
Bukan. Tulisan ini bukan untukmu.
Namun jangan kecewa, hei para pejuang rindu.
Kekasihmu akan tiba pada suatu waktu,
Dan saat itu kamu akan tahu,
Bahwa kisah cinta bukan hanya milik para tokoh di dalam buku..
Selamat berburu!
Posted by Nico | Posted in #30HariMenulisSuratCinta | Posted on 15-01-2012
0
Dear Devi,
Tiga belas tahun yang lalu, kamu menerima sebuah surat sepanjang 2 halaman yang berisi kalimat-kalimat gombal era 90an. Entahlah kamu bisa membaca tulisan tangan itu atau tidak, karena terus terang sepasang tangan yang menulis surat itu sedang bergetar hebat karena rasa sayang yang meluap-luap.
Sepasang tangan yang sama, untuk kedua kalinya akan menulis surat cinta buatmu malam ini.
Untungnya kali ini tanganku sudah berhenti bergetar.
Dan aku bukan lagi bocah 15 tahun berkacamata tebal yang kurang percaya diri itu. Ah, andai saja kita baru bertemu setahun atau dua tahun yang lalu, aku pasti bisa membuatmu jatuh hati padaku.
Waktu tampaknya sudah mengubah banyak hal.
Apakah kamu masih secantik dulu? Atau kah usia telah meremukkan penampilanmu?
Apa pun itu, dirimu yang terpatri jelas di pikiranku masih sama seperti yang dulu. Saat kita terakhir kali bertemu di perpisahan sekolah. Teman-temanku mengatakan bahwa kita sempat berada di satu kampus, tapi tampaknya kita tidak pernah berjumpa. Memang katanya kalo bukan jodoh, mau sedekat apa pun, tetap tidak akan ketemu.